News

Sakti Guru Sayangkan Debat Ketiga Pilpres Tak Membahas Serius Kesejahteraan Guru


Sakti Guru Sayangkan Debat Ketiga Pilpres Tak Membahas Serius Kesejahteraan Guru
Anggota Badan Pekerja ICW, Nisa Rizkiah saat konferensi pers di kantor ICW, Jakarta Selatan, Minggu (24/3/2019). (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO, Sekolah Antikorupsi (SAKTI) Guru menyayangkan debat ketiga Pilpres yang digelar pada Minggu (17/3/2019) lalu tidak membahas secara serius mengenai kesejahteraan guru honorer. Padahal, guru merupakan salah satu penentu kualitas pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Anggota SAKTI Guru, Agustinus Tampubolon saat konferensi pers di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) Jakarta Selatan, Minggu (24/3/2019).

“Berkaitan dengan guru, kedua Cawapres hanya menyinggung isu lama terkait kesejahteraan,” kata Agustinus Tampubolon.

“Padahal masih banyak aspek lain yang juga harus mendapat perhatian seperti kualitas, distribusi, hingga otoritas mengajar,” sambungnya.

Selain itu, menurut dia, kualitas guru juga seharusnya menjadi perhatian serius kedua Cawapres saat debat. Sayangnya, tidak ada yang menaruh perhatian serius terhadap pengembangan kualitas guru.

Oleh karena itu, ia berharap siapapun yang terpilih saat pencoblosan pada tanggal 17 April nanti agar melakukan pembenahan pendidikan dimulai dari guru.

“Pembenahan pendidikan mesti dimulai dari guru. Karenanya, siapapun yang nanti terpilih mesti menempatkan agenda reformasi guru dalam daftar prioritas kebijakan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada debat ketiga Pilpres pada 17 Maret 2019 lalu Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin dan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno membahas empat tema yakni, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Pendidikan, Sosial dan Budaya.[]