News

Puslabfor Polri Bersaksi: TKP Pembunuhan Yosua Sudah Terkontaminasi

Puslabfor Polri Bersaksi: TKP Pembunuhan Yosua Sudah Terkontaminasi
elaPersonel Brimob berjaga di sekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Penjagaan tersebut dilakukan jelang rekonstruksi kasus pembunuhan berncana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat. AKURAT.CO/Endra Prakoso (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Subbid Senpi Balmetfor Puslabfor Bareskrim Polri, Sopan Utomo menggambarkan momen ketika dia tiba di tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Komplek Polri, Jakarta Selatan.

Awalnya, hakim bertanya terkait kapan peristiwa penembakan itu terjadi. "Sepengetahuan saudara kapan kejadian ini?" tanya hakim.

"Setelah saya melihat berita kejadian tersebut terjadi pada tanggal 8 Juli," kata Sopan saat bersaksi dalam lanjutan sidang kasus penembakan Brigadir Yosua di PN Jakarta Selatan, Senin (28/11/2022) malam.

baca juga:

"Pertama, Saudara lihat sampai rentang waktu sampai Saudara sampai, yang Saudara lihat bagaimana kondisinya? Apakah steril, setelah diamatin status quo terjaga, atau sudah terkontaminasi?" tanya hakim kembali. 

"Kayaknya sudah terkontaminasi," ucap Sopan.

Dia menilai TKP sudah terkontaminasi karena banyaknya orang yang berdatangan. TKP penuh dengan polisi. 

"Karena pada saat itu juga saya baru sampai ke TKP, bukan hanya digital forensik yang turun. ternyata di situ juga bersama-sama dengan Inafis, dan bagian lain lain dari Puslabfor lain," sambungnya.

"Apakah ada juga anggota dari Paminal?" cecar hakim.

"Saya melihat, ada seperti itu," jawab Sopan.

"Dari Polres Jaksel?" tanya hakim lagi.

"Betul, pada saat itu saya bersama dengan anggota Polres Jakarta Selatan," tutur Sopan.

Lebih lanjut, Sopan juga mengungkapkan temuan peluru jenis senjata Glock di dalam tubuh Yosua. "Dalam pemeriksaan di tubuh korban, yang diperiksa itu anak pelurunya menggunakan senjata Glock, yang HS tidak tahu," ucap Sopan. []