Lifestyle

Saipul Jamil Berpotensi Bikin Korban Pelecehan Seksual Jadi Pelaku Berikutnya

Tampilnya Saipul Jamil akan membuat korban menjadi takut untuk bicara terbuka soal pelecehan/kekerasan seksual bahkan jadi pelaku seperti Saipul Jamil.


Saipul Jamil Berpotensi Bikin Korban Pelecehan Seksual Jadi Pelaku Berikutnya
Pedangdut Saipul Jamil melambaikan tangan dari mobil saat meninggalkan Lapas Cipinang, Jakarta, Kamis (2/9/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Sejak dinyatakan bebas dari kurungan perjara karena kasus pedofilia pada Kamis, (2/9/2021), Saipul Jamil kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena penyambutan luar biasa dan gaya parlentenya naik mobil Porsche saat keluar dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur saja, namun karena banyaknya tawaran pekerjaan untuk pedangdut berusia 41 tahun itu di layar kaca televisi menuai kontroversi.

Alhasil, munculah petisi berisi ajakan untuk memboikot Saipul Jamil dari televisi kepada Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.

Oleh karena itu, Komisioner Komnas Perlinduangan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, bersura meminta masyarakat untuk tak memberikan ruang terbuka bagi Saipul Jamil di televisi. Retno menganggap, jika masyarakat tetap menonton Saipul Jamil di tayangan televisi, maka hal itu sama dengan bentuk dukungan atas perbuatan kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh sang artis. 

baca juga:

Melalui akun Youtubenya, dia juga mengaku prihatin dengan aksi glorifikasi keluarnya Saipul Jamil dari penjara di beberapa stasiun televisi. Menurut Retno, glorifikasi yang terjadi bisa membuat Saipul Jamil merasa tidak bersalah atas perbuatannya yang memalukan itu.

Bahkan, tampilnya Saipul Jamil bisa memberikan pemahaman bahwa kekerasan seksual sebagai sesuatu yang normal-normal saja. Kemudian, korban dari pencabulannya ataupun korban-korban kekerasan seksual lainnya menjadi semakin takut terbuka atau bicara atas pelecehan atau kekerasan seksual yang telah dialaminya.

"Psikologis korban menjadi terpukul kembali dan bisa jadi sulit pulih ketika pelaku malah disambut seperti pahlawan. Kita harus berpihak pada korban kekerasan seksual dan membantunya untuk pulih," ujar Retno di Youtube, dikutip Akurat.co pada Selasa, (07/9).

Retno pun menghimbau masyarakat untuk tidak mononton Saipul Jamil ketika tayang di TV maupun YouTube. Hal itu bertujuan agar pelaku memiliki rasa malu dan bersalah atas perbuatan tak terpuji yang dilakukannya itu.

Tak hanya itu, Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Endang Ekowarni, mengatakan, tidak mudah bagi anak untuk melepaskan trauma karena pelaku masih dalam lingkungan si anak, seperti di televisi maupun YouTube.

"Trauma yang terbangun dalam memori reka kekerasan dan pelecehan seksual yang telah terjadi, akan mengikuti karakter perkembangan anak. Sesuatu yang dipikirkan terus akan menjadi sebuah obsesi sehingga muncul perilaku karena imajinasi erotis," tulis Endang Ekowarni yang dikutip dari laman UGM, pada Selasa, (7/9).

"Ibarat orang yang belum pernah minum anggur, sekali mencoba, meski tidak enak tetap berusaha untuk mengulangnya kembali. Besar kemungkinan si anak saat remaja atau dewasa yang menjadi korban mencoba kembali pengalaman yang tidak mengenakkan meski tidak dengan pelaku yang sama," sambungnya.[]