Ekonomi

Said Didu Sentil Omongan Jokowi Soal Waspada Krisis Pangan

Bpk Presiden yth, kok produksi beras turun ? mana hasil cetak sawah baru sktr 1 juta ha sjk 2015 ? mana hasil bagi-bagi alsintan yg sering Bpk lakukan ?

Said Didu Sentil Omongan Jokowi Soal Waspada Krisis Pangan
Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Muhammad Said Didu (Facebook/ Muhammad Said Didu)

AKURAT.CO, Dunia yang saat ini tengah berhadapan dengan krisis pangan global menjadikan momok bagi seluruh negara.

Memang tak dipungkiri, dunia saat ini tengah berhadapan dengan ancaman krisis pangan global. Perubahan iklim yang nyata membuat semakin banyak siklon dan hujan di atas normal yang menyebabkan banyak areal pertanian tergenang banjir dan menurunkan produksi pangan dunia.

Selain itu terkonsentrasinya produk pangan pokok, seperti gandum, sorgum, beras dan jagung, pada sejumlah negara membuat negara lain sangat bergantung dan menjadi krisis jika tata niaga terganggu, seperti munculnya konflik antarnegara, termasuk adanya invasi oleh Rusia ke Ukraina. 

baca juga:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya saat menghadiri Perayaan 50 Tahun HIPMI Tahun 2022, Jumat (10/6/2022) di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta, mengingatkan ancaman ketahanan pangan.

Menurut Jokowi, yang berkaitan dengan pangan itu hati-hati ke depan. Karena diperkirakan hari ini ada kira-kira 13 juta orang yang sudah mulai kelaparan di beberapa negara, karena urusan pangan.

Menanggapi atas kewaspadaan pangan yang disebut oleh Jokowi, mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Said Didu mempertanyakan kemana hasil cetak sawah 1 juta hektar, alsintan yang diberikan petani, serta aliran air untuk mengairi persawahan.

"Bpk Presiden yth, kok produksi beras turun ? mana hasil cetak sawah baru sktr 1 juta ha sjk 2015 ? mana hasil bagi-bagi alsintan yg sering Bpk lakukan ? kemana air embung yg banyak Bpk berfoto saat meresmikan ? air irigasi ngalir ke mana ?," cuit Said Didu di Twitternya.

Berdasarkan dari berbagai sumber, Di awal Pemerintahan Presiden Jokowi Tahun 2014, pemerintah menargetkan program swasembada menjadi prioritas utama, swasembada itu antara lain padi, kedele dan jagung. Bahkan pada saat itu, Jokowi menargetkan terlalu fantastis, yaitu akan sentuh swasembada dalam 3 tahun.

Kebijakan pangan di era Jokowi-Jusuf Kalla sudah tertuang dalam Nawacita menjadi landasan program kerja pemerintah, yaitu mencapai swasembada pangan dalam rangka ketahanan pangan nasional.

Pemerintah saat itu bahkan mentargetkan, Tahun 2016 swasembada padi, Tahun 2017 swasembada jagung, Tahun 2019 swasembada gula konsumsi, Tahun 2020 swasembada kedelai.[]