News

Said Didu Bilang Pemerintah Biarkan Islamophobia, Jawaban Mahfud MD Makjleb

Mahfud MD membantah pernyataan Mantan Sekjen Kementerian BUMN Said Didu soal pembiaran terjadinya Islamopobhia oleh Pemerintah.

Said Didu Bilang Pemerintah Biarkan Islamophobia, Jawaban Mahfud MD Makjleb
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM RI Mohammad Mahfud MD memberikan kata sambutan dalam acara Diskusi Publik di Nusantara IV, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah pernyataan mantan Sekjen Kementerian BUMN Said Didu soal pembiaran terjadinya Islamopobhia oleh Pemerintah. Mahfud mengatakan, pernyataan Said Didu itu salah. 

Pernyataan Mahfud itu diunggah di akun Twiternya sekaligus menautkan pernyataan Said Didu. 

"Pak Didu, kalau mau komentar baca dulu ya. Anda selalu salah. Saya bilang kalau yang dimaksud Islamophobia itu kebencian dan ketakutan Pemerintah terhadap Islam maka itu tidak ada," tulis Mahfud di akun Twitternya dikutip Rabu (27/7/202). 

baca juga:

Mahfud menjelaskan, umat Islam di Indonesia sudah merasakan hidup bebas. Umat Islam juga sudah masuk dan menyebar di berbagai lapangan pengabdian terhadap masyarakat. Baik dalam institusi negara maupun organisasi sosial kemasyarakatan. 

"Wong umat Islam di Indonesia sudah bebas masuk dalam berbagai lapangan Polsosbud (Politik, Sosial, dan Budaya) dan institusi-institusi Islam tumbuh pesat," ungkapnya.

Dia mengatakan, pelabelan kadrun yang disematkan pada orang bercelana cingkrang dan cadar sebagaimana belakangan terjadi, bukan datang dari pemerintah. Itu terjadi antara kelompok orang dan kelompok lain. Artinya, itu terjadi antar warga negara. 

"Kalau itu dianggap Islamofobia maka ada juga dong Keristenfobia, Hindufobia, Katolikfobia. Ada "orang" yang mengejek ritual Hindu, ada isu Kristenisasi," ujarnya. 

Bahkan, kata dia, phobia terhadap agama juga tidak hanya dialami umat Islam. Sebab faktanya, umat beragama lain juga mengalami hal serupa. Terkait pernyataan yang menyebut orang bercadar dan bercelana cingkrang, kata Mahfud, itu disampaikan Abu Janda alias Permadi Arya. 

"Ada yang bilang di salib ada jin kafir. Itu bukan fobia negara, tapi pernyataan orang. Yang bilang kadrun, cadar, Arab itu misalnya Abu Janda, bukan Pemerintah. Jadi kalau dari orang ke orang secara privat fobia itu tertuju terhadap semua agama. Tapi pemerintah tidak benci, tidak takut, tidak fobia terhadap Islam," katanya.

Sebelumnya, Mantan Sekjen Kementerian BUMN, mencuit soal Islamophobia di akun Twitternya. Unggahan itu ia tautkan pada judul berita sebuah media online berjudul Mahfud soal Islamofhobia: Yang Bilang Itu Abu Janda, Bukan Pemerintah. Said Didu lalu menautkan judul itu dan membuat pernyataan "Sudah terbantahkan, bahwa Islamophobia memang ada di Indonesia dan sepertinya yang melakukan hal tersebut dibiarkan oleh pemerintah".[]