Rahmah

Said Aqil Soal Wayang: Khazanah yang Sarat Nilai dan Filsafat Kehidupan

Cerita wayang tidak menggunakan premis-premis nasional, namun menggunakan perumpamaan, dan inilah yang seringkali dipakai Al-Qur'an.

Said Aqil Soal Wayang: Khazanah yang Sarat Nilai dan Filsafat Kehidupan
Said Aqil Siroj Pengasuh Ponpes Luhur Al-Tsaqofah, Jakarta Selatan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Beberapa hari ini viral sebuah video yang berisikan pengharaman terhadap wayang, yang disampaikan oleh Khalid Basalamah. Berbagai komentar datang karena pernyataan Khalid Basalamah dinilai tidak menghargai budaya di Indonesia.

Seorang tokoh ulama dan cendekiawan muslim, Said Aqil Siroj, menyatakan bahwa wayang adalah khazanah yang sarat nilai dan berisikan filsafat kehidupan. Menurut Pengurus PBNU itu, cerita wayang tidak menggunakan premis-premis nasional, namun menggunakan perumpamaan, dan inilah yang seringkali dipakai Al-Qur'an.

Pernyataan ini disampaikan oleh KH Aqil Siroj, dalam pertunjukan wayang kulit saat memperingati Hari Lahir ke-95 NU di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (8/4/21), seperti dilansir NU Online.

baca juga:

Kiai yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah itu menegaskan, Al-Qur'an maupun Sunah sangat sering menggunakan perumpamaan-perumpamaan.

“Misalnya suatu ayat disebutkan nyamuk, menggunakan laba-laba, tawon. Banyak sekali yang digunakan Allah yamg mengandung nilai-nilai filsafat kehidupan,” kata Kiai Said.

Dalam pemahaman atas Al-Qur'an, orang yang beriman meyakini kalau perumpamaan itu datangnya dari Allah, dan semua mengandung nilai kebenaran. Demikian dalam pertunjukan wayang.

“Tapi orang yang tidak mengerti, orang yang dungu, akan mengatakan ngapain ada perumpamaan segala, ngapain ada wayang segala? Ngapain NU wayangan segala?” kata pengasuh Pesantren Atsaqafah Ciganjur Jakarta itu.

Kiai kelahiran Cirebon Jawa Barat itu juga menyebutkan bahwa oleh Walisongo, wayang menjadi salah satu media untuk membuat strategi dakwah Islam.

“Selama 50 tahun yaitu tahun 1450-1500, Nusantara tersebar Islam, tanpa kekerasan, tanpa darah, dan caci maki,” katanya.

Pertunjukan wayang kulit, lanjut Kiai Said, menjadi bagian dari budaya yang memperkokoh agama. Bila budaya yang baik terus dipertahankan, Kiai Said optimis, Indonesia juga dapat dipertahankan.

Demikian pernyataan Kiai Said Aqil Siroj, Ketua PBNU 2010-2020 terkait dengan wayang dan hubungannya dengan Islam dan dakwah. Wayang, bagi Kiai Said Aqik Siroj, menjadi penting dalam sejarah Islam, karena posisinya menjadi strategi oleh lada wali songo untuk menyampaikan dakwah Islam secara mudah di tengah masyarakat. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online