Rahmah

Sahkah Berkurban dengan Kerbau?

Meski demikian, keumuman hewan kurban adalah kambing dan sapi saja


Sahkah Berkurban dengan Kerbau?
Kurban dengan Kerbau (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Pada umumnya, masyarakat Indonesia berkurban dengan hewan kambing atau sapi. Selain kedua binatanga itu, sangat jarang ditemukan, seperti misalnya ayam atau kerbau.

Memang para ulama memberikan kriteria dengan hewan kurban yang akan disembelih. Syekh Khatib al-Syarbini dalam al-Iqna’, juz 4, halaman 332 berkata:

 ـ (و) الثني من (البقر) الإنسي وهو ما استكمل سنتين وطعن في الثالثة، وخرج بقيد الإنسي الوحشي فلا يجزئ في الأضحية وإن دخل في اسم البقر

Artinya: "Dan sapi jinak yang sempurna berusia dua tahun dan memasuki tahun ketiga. Dikecualikan dengan qayyid jinak yaitu sapi liar, maka tidak mencukupi dalam kurban meskipun masuk dalam nama sapi."

Terkait berkurban dengan kerbau, ini disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Al-Bujairami dalam keterangannya, beliau mengatakan;

 قوله (من البقر الإنسي) ومنه الجاموس وإنما قيد بذلك في البقر دون غيره لأن غيره لم يوجد منه وحشي.

Artinya: ''Ucapan Syekh Khotib dari sapi jinak, di antaranya adalah kerbau. Syekh Khotib membatasi sapi dengan jinak bukan kepada hewan lain, sebab hewan kurban lainnya tidak ditemukan istilah liar."

Syekh Sulaiman al-Jamal, dalam Hasyiyah al-Jamal ‘ala Fath al-Wahab, juz 5, halaman 308, juga berkata demikian;

 ـ (قوله ويتناول لحم البقر جاموسا) أي لأن البقر جنس يتناول العراب والجواميس بخلاف ما لو حلف لا يأكل جاموسا فإنه لا يتناول لحم البقر العراب فلا يحنث به لأن الجاموس نوع من البقر

Artinya: "Ucapan pengarang; dan daging sapi mencakup kerbau, karena sapi adalah jenis yang mencakup sapi ‘irab dan kerbau, berbeda bila ia bersumpah tidak memakan kerbau, maka tidak mencakup sapi ‘irab, sehingga tidak dihukumi melanggar sumpah dengan memakannya, karena kerbau bagian dari sapi."

Kesimpulannya; kurban dengan kerbau hukumnya adalah boleh, sebab kerbau masuk dalam spesies sapi.

Berkurban merupakan ajaran Islam yang ditekankan dari Nabi Ibrahim As dan juga Nabi Muhammad SAW. Bahkan, beliau Nabi Muhammad tidak pernah sekalipun meninggalkan ibadah kurban ketika bukan Dzulhijjah. Oleh itu, yuk, bagi kalian yang mampu untuk berkurban, lakukan ibadah sunah ini dengan penuh kemantapan.

Wallahu A'lam.[]