Ekonomi

Saham Unilever Terpeleset, Gara-gara Mau PHK Massal Karyawan?

penurunan saham Unilever merupakan sentimen negatif dari pelaku pasar


Saham Unilever Terpeleset, Gara-gara Mau PHK Massal Karyawan?
Ilustrasi Gedung Unilever Indonesia (unilever.co.id)

AKURAT.CO Posisi saham Unilever (UNVR) tercatat melorot 0,25 persen di posisi 4.050 pada Jumat (28/1/2022) sore. Hal itu menyusul rencana perusahaan multinasional tersebut akan mengubah model bisnisnya.

Perubahan model bisnis tersebut berdampak pada rencana Unilever melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 1.500 karyawan secara global. Hal itu sebagaimana rencana pengurangan 15 persen jabatan senior dan 5 persen jabatan junior di perseroan.

Menurut Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada, penurunan saham Unilever merupakan sentimen negatif dari pelaku pasar. Dijelaskannya bahwa hal itu disebabkan pelaku pasar yang menilai kinerja Unilever secara bisnis telah terjadi secara konstan.

baca juga:

Meskipun, sambung dia, Unilever masih membukukan pendapatan dan keuntungan yang tinggi, di sisi lain para pelaku pasar melihat pertumbuhan saham Unilever mulai menunjukkan tren penurunan.

Adapun penurunan tersebut bukan karena kinerja perusahaan yang buruk. Hanya saja persepsi pelaku pasar yang terpengaruh sentimen negatif.

“Jadi pelaku pasar itu kan setiap kali melihat adanya penurunan yang terjadi itu kan selalu dibarengi dengan menjual. Walaupun secara fundamental mereka (Unilever) masih baik-baik saja kalau menurut saya,” ucap Reza Priyambada saat dihubungi Akurat.co, Jumat (28/1/2022).

Lebih jauh ia melihat efisiensi bisnis dan pemangkasan jumlah pekerja di Unilever memiliki dua dampak bagi pelaku pasar.

Pertama, lanjut Reza, pelaku pasar bisa saja menganggap bahwa sektor bisnis Unilever sudah mulai jenuh. Sehingga pihak perusahaan mulai melakukan efisiensi lini bisnis yang dinilai tidak banyak memberikan kontribusi ke perusahaan dan mengurangi jumlah karyawan.

Kemudian yang kedua ialah sentimen positif. Dalam artian, jika efisiensi lini bisnis yang berakibat pada pengurangan karyawan Unilever justru membuat kinerja perusahaan kembali tumbuh, maka hal itu bisa jadi sentimen positif bagi pelaku pasar.

Secara garis besar, pengurangan lini bisnis dan jumlah pekerja sejalan dengan pengurangan beban perusahaan. Jika beban perusahaan berkurang, seharusnya profit perusahaan bisa lebih tinggi.

“ Ini akan menjadi ujian juga buat Unilever di mata pelaku pasar, apakah akan direspons negatif atau mungkin akan direspons positif, atau mungkin bisa juga dua-duanya,” kata Reza.

Sebagai informasi, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) berbalik lesu setelah kemarin menguat signifikan seiring dengan rencana Unilever global melakukan PHK massal kepada 1.500 karyawan secara global.

Pada pembukaan sesi pagi, saham UNVR langsung turun ke Rp4.120 dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp4130.

Sepanjang hari, pergerakan saham UNVR berada dikisaran Rp4.120-Rp4.050. Saham UNVR akhirnya ditutup Rp4.060, alias turun 1,69 persen atau 70 poin. 

Pelemahan saham UNVR terjadi setelah sehari sebelum Unilever global mengumumkan perubahan pada model organisasinya untuk menjadikannya bisnis yang lebih sederhana dan lebih berfokus pada beberapa kategori saja, yakni Beauty & Wellbeing, Personal Care, Home Care, Nutrition, dan Ice Cream.[]