Ekonomi

Saham-saham Bawa Keuntungan Melimpah Saat IHSG Dihantui Tekanan

IHSG diprediksi bergerak break out support Moving Average 5 hari setelah gagal break out resistance Moving Average 20 hari terindikasi melemah


Saham-saham Bawa Keuntungan Melimpah Saat IHSG Dihantui Tekanan
Warga melintas di sebelah papan indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak break out support Moving Average 5 hari setelah gagal break out resistance Moving Average 20 hari yang memberikan indikasi tekanan pelemahan yang masih akan berlanjut. 

IHSG (-0.70%) ditutup turun 41.93 poin kelevel 5928.31 dengan saham-saham disektor Industri (-1.02%) dan Barang Baku (-0.90%) memimpin pelemahan. 

" Investor ambil langkah aman menjelang libur lebaran, implikasi larangan mudik yang kembali terjadi, kekhawatiran pengurangan stimulus AS yang berpengaruh kepada capital outflow dan nilai tukar rupiah hingga trend instrumen investasi baru seperti mata uang kripto," papar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Adapun indeks saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (+0.09%) dan TOPIX (+0.29%) naik sedangkan indeks Hangseng (-0.09%) dan CSI300 (+1.29%) di Hongkong hingga Tiongkok turun.

" Investor kembali khawatir terhadap potensi pengurangan stimulus akibat data ekonomi global yang lebih cepat pemulihannya terutama AS," jelasnya.

Sementara bursa Eropa mayoritas menguat. Indeks Eurostoxx (+0.87%), FTSE (+0.76%), DAX (+1.34%) dan CAC40 (+0.45%) naik diiringi dengan penguatan mayoritas indeks saham di Wallstreet. DJIA (+0.66%), S&P500 (+0.74%) dan NASDAQ (+0.88%) kembali menguat kerekor tertinggi setelah data pekerja yang sangat lemah dibawah ekspektasi meredakan kekhawatiran pertumbuhan inflasi yang lebih cepat.

Saham-saham produsen energy, real estat dan industri memimpin penguatan hingga berbaliknya saham-saham disektor tekonologi yang sebelumnya alami tekanan. Data ketenagakerjaan di AS dibawah ekspektasi hingga dapat memberikan dorongan agenda ekonomi $6 Triliun presiden Joe Biden dan alasan The Fed mempertahankan sikap akomodatifnya terhadap kebijakan moneter. 

"Selanjutnya investor akan terfokus pada data tingkat inflasi di Tiongkok dan berhati-hati akan penutupan market dalam negeri akibat libur lebaran," imbuhnya.

Indikator RSI dan Stochastic memberikan arah momentum yang melemah meskipun kondisi undervalue indikator MACD cukup rendah. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi kembali bergerak tertekan menguji support dengan rentang 5.903-5.952. 

"Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ADRO, CPIN, KLBF, RALS, TOTL, TPIA," pungkasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co