Ekonomi

Saham Ini Bikin Investor Ceria di Jumat Berkah

Secara teknikal IHSG terkonsolidasi dengan bertahan di level bullish trendline


Saham Ini Bikin Investor Ceria di Jumat Berkah
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8/2018). Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkonsolidasi dengan bertahan di level bullish trendline.

IHSG (+0.02%) naik tipis 0.94 poin kelevel 5.994.18 dengan saham-saham dengan saham aneka industri (+3.09%) dan Infrastruktur (+0.48%) bertahan menguat hingga diakhir sesi perdagangan disaat indeks industri dasar (-0.75%) dan pertanian (-0.75%) menjadi penekan. Saham ASII (+4.31%) yang tetap membagikan dividen dan agresive melakukan diversifikasi bisnis naik memimpin indeks sektoral. 

" Saham TLKM (+1.52%) naik setelah memenangkan tahap lelang harga frekuensi 2.3 GHz dan berpeluang mendapatkan tambahan spektrum menjadi pendorong indeks infrastruktur diakhir sesi perdagangan," tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Bursa Asia ditutup mayoritas menguat kecuali indeks CSI300 (-0.19%) turun. Indeks Nikkei (+2.38%), TOPIX (+1.82%) dan HangSeng (+0.47%) naik karena investor fokus pada prospek pendapatan ditengah kebangkitan ekonomi.

Sedangkan bursa Eropa membuka perdagangan dengan optimis. Indeks Eurostoxx (+0.73%), FTSE (+0.29%), DAX (+0.36%) dan CAC40 (+0.76%) naik dengan perusahaan konsumer berbalik naik setelah penjualan dibeberapa emiten besar di Eropa tumbuh dua kali lipat. Euro sedikit lebih tinggi terhadap dolar sebelum pertemuan ECB, dengan tidak ada perubahan yang diharapkan pada rencana bank sentral untuk mempercepat pembelian aset hingga Juni untuk menghidupkan kembali pertumbuhan. 

" Investor menanti Keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa dan pengarahan Presiden Christine Lagarde pada hari Kamis dan AS merilis data penjualan rumah baru pada hari Jumat," imbuhnya.

Adapun untuk IHSG, secara indikator stochastic dan RSI memiliki momentum bearish yang mendekati area oversold. Indikator MACD memberikan signal kondisi undervalue yang terkonsolidasi dengan histogram yang melambat. 

Sehingga secara teknikal IHSG kembali berpotensi bergerak tertekan dengan support resistance 5.953-6.065. 

" Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; BBTN, BJBR, BMRI, IMAS, INCO, MAPI, MIKA, UNTR," pungkasnya.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu