Ekonomi

Saham GOTO Masuk Radar Pantauan UMA BEI

Namun, pada saat penutupan perdagangan sore tadi (17/5/2022), Saham GOTO berada menguat sebesar Rp 200 per saham.


Saham GOTO Masuk Radar Pantauan UMA BEI
Ilustrasi GOTO (nikkei.com)

AKURAT.CO, Harga saham yang menurun sangat terjal menjadikan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masuk dalam daftar pantauan Unusual Market Activity (UMA) Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan berbasis teknologi ini menunjukan pergerakan saham yang terus melemah sejak 5 hari perdagangan terakhir.

Namun, pada saat penutupan perdagangan sore tadi (17/5/2022), Saham GOTO berada menguat sebesar Rp 200 per saham. Menguat sebesar 3% dibandingkan pada hari sebelumnya berkisar Rp194 dan sempat mencatatkan harga tertinggi Rp224 dan harga terendah Rp 181.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham GOTO yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Selasa (17/5/2022).

baca juga:

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dibidang Pasar Modal. Informasi terakhir mengenai GOTO adalah informasi tanggal 10 Mei 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham GOTO tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Kalau dihitung sejak 7 hari yang lalu (10/5/2022), harga saham GOTO hari ini turun 15,97% dibanding harga saat itu (Rp 238). BEI mencatat total nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp 755,60 miliar, sedangkan volume saham yang ditransaksikan mencapai 36.624.248 lot.

Sehingga dengan adanya UMA ini, investor dihimbau untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatata atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasihnya.

BEI juga menghimbau para investor terkait untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.[]