Ekonomi

Saham Garuda Indonesia Disetop BEI, Pengamat: Sangat Mengganggu Reputasi Perusahaan!

Beberapa waktu lalu BEI menghentikan sementara perdagangan efek PT Garuda Indonesia Tbk sebagai dampak penundaan pembayaran kupon sukuk global bond


Saham Garuda Indonesia Disetop BEI, Pengamat: Sangat Mengganggu Reputasi Perusahaan!
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) melakukan pemeriksaan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (30/7/2018). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan efek PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) sebagai dampak penundaan pembayaran kupon sukuk global bond. 

Melihat hal tersebut Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyampaikan bahwa suspensi yang dilakukan oleh BEI terhadap GIAA merupakan hal yang wajar. Sebab Garuda Indonesia sudah gagal dalam memenuhi kewajiban bayar kupon sukuk yang sudah jatuh tempo. 

"Saya melihat dengan adanya suspensi tersebut merupakan hal yang wajar-wajar saja sebab GIAA sudah gagal memenuhi kewajiban bayar kupon sukuk jatuh tempo, dan suspensi tersebut juga sudah sesuai dengan aturan yang ada di Bursa. Tujuannya tentu menjaga kepentingan investor," ucapnya pada saat dihubungi Akurat.co di Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Tentunya, lanjut Toto, dengan adanya gagal bayar tersebut memberikan dampak signifikan terhadap reputasi perusahaan sehingga risiko investasi di GIAA menjadi lebih tinggi di mata investor/kreditur.

"Akibatnya di masa depan kreditur akan charge bunga pinjaman dengan rate yang lebih tinggi lagi ke GIAA," tuturnya.

Lalu apa yang harus dilakukan GIAA untuk lepas dari kasus ini?, Toto menjelaskan perusahaan tersebut harus menyelesaikan program restrukturisasi yang saat ini sedang dijalankan.

Dimana program perampingan pesawat dan aspek efisiensi di sisi operasional lainnya harus menjadi prioritas, disamping diversifikasi revenue terutama peningkatan bisnis cargo.

"Kemudian bantuan pemerintah lewat pinjaman modal kerja dalam skema PEN (lewat PT SMI ) perlu dipercepat pencairannya supaya cash flow persh lebih terjaga," ucapnya.

Sebagai informasi, BEI menyetop sementara perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) pada Jumat (18/6/2021), seiring dengan langkah perseroan menunda pembayaran kupon sukuk global