News

Sahabat Ganjar Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Papua

Sahabat Ganjar turun tangan membantu korban kebakaran di kawasan pemukiman di Komplek Borobudur, Kabupaten Manokwari.


Sahabat Ganjar Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Papua
Sahabat Ganjar (Istimewa)

AKURAT.CO, Sahabat Ganjar turun tangan membantu korban kebakaran di kawasan pemukiman di Komplek Borobudur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin (11/0/2021). 

Sebanyak 40 orang relawan dari Sahabat Ganjar terjun langsung ke lokasi memberikan trauma healing kepada anak-anak di lokasi bencana. 

“Hal ini dilakukan untuk mengurangi trauma pada anak-anak yang ikut mengalami langsung kejadian,” ujar Ketua DPW Sahabat Ganjar Papua Barat, Ponsianus Silubun dalam keterangan tertulisnya.

Seperti diketahui, Komplek Borobudur adalah pemukiman warga mayoritas berpenghasilan sebagai nelayan. 

“Siang ini kami memberikan 150 paket bantuan dalam bentuk sembako dan 150 paket peralatan dapur, seperti piring, sendok, panci, dan alat masak lainnya. DIharapkan dengan bantuan ini warga terdampak bencana kebakaran bisa terbantu,” tambah Ponsianus Silubun.

Sementara itu, Perwakilan DPP Sahabat Ganjar, Aluysius Jaka menyebutkan Sahabat Ganjar ada di seluruh Provinsi di Indonesia.

"Kami ada di Papua Barat juga. Derita yang dialami para korban ikut kami rasakan, untuk itu kami dari DPP Sahabat Ganjar melakukan komunikasi dengan DPW Papua Barat, agar bisa hadir dan membantu para korban kebakaran. Hal yang sama pernah kami lakukan pada saat ada kebakaran di Kemayoran beberapa waktu lalu," kata Perwakilan DPP Sahabat Ganjar, Aluysius Jaka.

“Membantu sesama adalah salah satu bentuk pengamalan Pancasila sila ke-2, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sahabat Ganjar menjadikan Pancasila sebagai salah satu landasan berpijak dalam berorganisasi,” tutup Aluysius. 

Kebakaran sebelumnya melanda 300 rumah  di Komplek Borobudur pada Kamis, 30 September 2021. Kebakaran ini masih menyisakan duka. Sebanyak 1.000 orang dari 600 KK menghuni lima lokasi pengungsian di sekitar titik kebakaran.

Kebakaran dipicu oleh ledakan kompor minyak tanah dari salah satu rumah warga. Dikarenakan padatnya pemukiman, 300 rumah hangus tak tersisa.[]