Rahmah

Sahabat, Begini Cara Mudah Menghilangkan Rasa Iri dan Dengki

Banyak orang cepat iri dan dengki dengan nikmat yang dimiliki orang lain


Sahabat, Begini Cara Mudah Menghilangkan Rasa Iri dan Dengki
Ilustrasi Sifat Iri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Iri dan dengki adalah dua sifat yang buruk bagi setiap manusia. Sebab, sifat-sifat ini tidak hanya merupakan dosa, tetapi juga bisa berefek negatif pada kesehatan.

Mengutip NU Online, Imam Nawawi sudah berwasiat tentang keharusan menjauhi sifat iri dan dengki, seperti demikian;

وَمِمَّا يَجِبُ عَلَيْهِ وَيَتَأَكَّدُ الْوَصِيَّةُ بِهِ أَنْ لَا يَحْسُدَ أَحَدًا مِنْ رُفْقَتِهِ أَوْ غَيْرِهِمْ عَلَى فَضِيْلَةٍ رَزَقَهُ اللهُ الكريم إِيَّاهَا وَأَنْ لَا يُعْجَبَ بِنَفْسِهِ بِمَا حَصّلَهُ، وَقَدْ قَدَّمْنَا إِيْضَاحَ هَذَا فِي آدَابِ الشَّيْخِ 

Artinya: “Di antara sesuatu yang wajib dan wasiat yang ditekankan yaitu tidak iri hati kepada kawannya atau yang lainnya atas anugerah yang Allah berikan kepadanya. Dan tidak bangga diri dengan apa yang ia hasilkan. Kami telah kemukakan penjelasan ini dalam bab adab kepada guru.”

Adapun cara mudah untuk menghilangkan rasa iri dan dengi atas nikmat yang dimiliki orang lain yang pertama adalah menyadari bahwa semua yang diberikan kepada manusia tidak lain kecuali merupakan anugerah Allah SWT. 

Imam An-Nawawi dalam at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qur`ân, halaman 70, menegaskan demikian:

وَطَرِيْقُهُ فِي نَفْيِ الْعُجْبِ: أَنْ يُذَكِّرَ نَفْسَهُ أَنَّهُ لَمْ يُحَصِّلْ مَا حَصَّلَ بِحَوْلِهِ وَقُوِّتِهِ وَإِنَّمَا هُوَ فَضْلٌ مِنَ اللهِ وَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُعْجَبَ بِشَيْءٍ لَمْ يَخْتَرِعْهُ وَإِنَّمَا هُوَ فَضْلٌ مِنَ الله تَعَالَى.

Artinya: “Cara menghilangkan kebanggaan ialah dengan mengingatkan dirinya bahwa dia tidak mencapai hal itu dengan daya dan kekuatannya. Namun itu merupakan anugerah dari Allah ﷻ, dan tidak patut baginya untuk berbangga karena sesuatu yang tidak diciptakannya, semata-mata itu merupakan anugerah dari Allah ﷻ.”

Cara yang kedua, untuk bisa menghindari rasa iri dan dengki adalah yakin bahwa segala bentuk nikmat yang diberikan pada manusia adalah bentuk hikmah dari Allah SWT. Tidak ada manusia yang bisa mendapatkan tanpa hikmah Yang Maha Kuasa.

Imam An-Nawawi dalam kitab yang sama menegaskan terkait cara kedua ini, sebagai berikut:

 وَطَرِيْقُهُ فِي نَفْيِ الْحَسَدِ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّ حِكْمَةَ اللهِ تَعَالَى اقْتَضَتْ جَعْلَ هَذِهِ الْفَضِيْلَةِ فِي هَذَا، فَيَنْبَغِي أَنْ لَا يَعْتَرضَ عَلَيْهَا وَلَا يَكْرَهَ حِكْمَةً أَرَادَهاَ اللهُ تَعَالَى وَلَمْ يَكْرَهْهَا. وَاللهُ أَعْلَمُ.