Rahmah

Sahabat, Begini 2 Cara Nabi Muhammad Membela Non Muslim, Patut Diteladani!

Nabi tidak pernah memusuhi Non Muslim


Sahabat, Begini 2 Cara Nabi Muhammad Membela Non Muslim, Patut Diteladani!
Ilustrasi Muslim dan Non Muslim (ISLAMPOS)

AKURAT.CO  Sebagai umat Islam kita dilarang untuk berbuat yang tidak senonoh kepada umat agama lain selain Islam. Islam merupakan agama yang menghargai pemeluk agama-agama lain.

Bentuk penghargaan kepada non Muslim dari orang Islam ini menjadi niscaya sebab, Allah tidak menghendaki semua orang beragama Islam/beriman kepada Allah. Dalam salah satu ayat Allah SWT berfirman:

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ 

Artinya: "jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" (Surat Yunus ayat 99).

Dalam ayat yang lain, yaitu pada Surat Al-Ankabut ayat 46 Allah bepesan perihal adab berdialog agama dengan non-Muslim, sebagai berikut;

وَلَا تُجَٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَٰحِدٌ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ 

Artinya: “Janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah, ‘Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri,’” (Surat Al-Ankabut ayat 46).

Selain diisyaratkan di dalam Al-Qur'an, ternyata, Nabi Muhammad sendiri memiliki cara yang baik menghargai non Muslim, sebagaimana disebutkan di dalam haditsnya, sebagai berikut:

1. Larangan Menyakiti Non Muslim Jika Tidak Memerangi Muslim

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا تُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا 

Artinya: “Barangsiapa yang membunuh orang yang terikat perjanjian, maka ia tak akan mencium bau surga. Sungguh bau surga itu tercium dari jarak perjalanan 40 tahun.” (HR al-Bukhari).