News

Sah! Rusia Loloskan RUU Larangan Promosi Gay, Pelanggar Bakal Didenda Rp100 Juta

Sah! Rusia Loloskan RUU Larangan Promosi Gay, Pelanggar Bakal Didenda Rp100 Juta
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengkritik RUU Larangan Propaganda Gay Rusia sebagai 'pukulan terhadap kebebasan berekspresi'. (BBC)

AKURAT.CO Majelis rendah parlemen Rusia memutuskan dengan suara bulat untuk memperpanjang larangan terhadap 'propaganda gay'. Berdasarkan undang-undang (UU) versi terbaru ini, setiap promosi homoseksualitas, termasuk dalam buku, film, dan daring, merupakan pelanggaran hukum dan terancam dijatuhi hukuman berat.

Dilansir dari BBC, UU ini dijuluki 'Jawaban untuk Blinken' setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengkritiknya sebagai 'pukulan terhadap kebebasan berekspresi'.

RUU tersebut disetujui 397 suara banding nol dan tanpa abstain di Duma, majelis rendah Rusia. RUU ini masih harus disahkan di majelis tinggi dan ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin, tetapi itu hanya urusan administratif.

baca juga:

Versi asli UU 'propaganda gay' yang kontroversial ini disahkan pada 2013. UU tersebut melarang propaganda hubungan seksual nontradisional, penggambaran hubungan sesama jenis, di kalangan anak-anak. Setiap penggambaran positif hubungan sesama jenis di media massa atau iklan pun setara dengan mendistribusikan pornografi, promosi kekerasan, atau hasutan ketegangan ras, etnis, dan agama.

Iklan, buku, dan film dengan presentasi positif kaum LGBT akan dilarang. Tak pelak, penerbit yang ketar-ketir telah memperingatkan hal ini dapat memengaruhi sastra klasik Rusia.

Setiap diskusi daring tentang topik LGBT terancam diblokir. Penjualan barang dengan slogan atau simbol LGBT juga akan dilarang.

Mereka yang melanggar dapat terancam denda hingga 400 ribu rubel (Rp103 juta), sedangkan perusahaan wajib membayar hingga 5 juta rubel (Rp1,2 miliar). Sementara itu, warga negara asing atau orang tanpa kewarganegaraan berisiko dipenjara atau diusir dari Rusia jika tak mematuhinya.

Pada Rabu (23/11), Antony Blinken mendesak Rusia untuk membatalkan RUU tersebut serta menghormati HAM dan martabat semua orang.

Berpandangan berbeda, Ketua Duma Vyacheslav Volodin sontak menyebutnya sebagai 'UU Jawaban Blinken'. Menurutnya, UU ini akan melindungi negara dari nilai-nilai LGBT yang disebutnya sebagai kegelapan yang disebarkan oleh Barat.

Vladimir Putin pun menjadikan retorika antigay sebagai landasan agenda politiknya. Dalam pidatonya baru-baru ini, ia menuduh Barat bergerak menuju Setanisme blak-blakan. Orang nomor satu di Rusia itu mengutip promosi hak-hak gay dan transgender di Eropa sebagai contohnya.[]