News

Sah! Junta Batalkan Kemenangan Partai Aung Suu Kyi di Pemilu 2020

Dikatakan pula bagaimana berdasarkan investigasi, mereka telah menemukan hingga 11 kasus kecurangan yang memicu kemenangan NLD


Sah! Junta Batalkan Kemenangan Partai Aung Suu Kyi di Pemilu 2020
Aung San Suu Kyi menghadapi serangkaian dakwaan yang dapat membuatnya dipenjara selama lebih dari satu dekade (AP )

AKURAT.CO Junta Myanmar telah membatalkan hasil pemilu 2020 yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Sebagaimana diwartakan CNA hingga France24, pengumuman pembatalan itu disampaikan junta melalui komisi pemilihan yang dipilihnya pada Senin (26/7) waktu setempat. Dalam pernyataannya itu, komisi mengklaim bahwa pemilu 2020 tidak berlangsung dengan 'bebas dan adil'.

Dikatakan pula bagaimana berdasarkan investigasi, mereka telah menemukan hingga 11 kasus kecurangan yang memicu kemenangan NLD atas partai oposisi yang didukung militer,  Partai Solidaritas dan Pembangunan Serikat (USDP).

"Mereka (NLD) berusaha merebut kekuasaan negara dari partai dan kandidat non-NLD dengan menyalahgunakan pembatasan COVID-19.

"(Itu) tidak bebas dan adil, itu sebabnya hasil pemilu 2020 dibatalkan," kata ketua komisi Thein Soe.

NLD memang memperoleh peningkatan suara dibanding dengan pemilihan sebelumnya pada tahun 2015. Namun, menurut kelompok pemantau Jaringan Asia, jajak pendapat yang dilaksanakan Myanmar pada 2020 pada umumnya sudah 'mewakili kehendak rakyat'. Dengan kata lain, rakyat Myanmar sebagian besar memang memilih NLD untuk jadi wakil mereka di pemerintahan. 

Namun, hasil itu tetap ditentang oleh USDP yang sejak awal mengklaim kemenangan secara sepihak. Polemik atas hasil pemilu itu akhirnya makin bergulir hingga junta turun tangan dan melakukan kudeta serta penangkapan para pemimpin sipil. 

Setelahnya, junta mengatakan akan mengadakan pemilihan baru dalam waktu dua tahun dan mengancam akan membubarkan NLD. Namun, dalam pengumuman anyarnya, komisi tidak memberi kejelasan apakah junta akan melaksanakan pemilihan ulang di negara berpenduduk 54 juta jiwa itu.

Baca Juga: Kembali Dijerat Hukum, Aung Suu Kyi Dituding Tatmadaw Terima Suap Rp8 Miliar dan Emas 11 Kg

Suu Kyi sendiri telah ditahan sejak junta melakukan kudeta 1 Februari lalu. Selama berada dalam tanahan, ia dijerat dengan serangkaian tuduhan, mulai dari melanggar pembatasan virus corona hingga mengimpor walkie talkie secara ilegal.  Karena dakwaan-dakwaan tersebut, Suu Kyi terancam hukuman penjara hingga lebh dari satu dekade. 

Myanmar berada dalam kekacauan sejak perebutan kekuasaan militer, dengan lebih dari 900 tewas dalam tindakan keras dari aparat, menurut kelompok pemantau lokal.

Di tengah situasi politik yang carut marut itu, Myanmar masih harus menghadapi kebangkitan gelombang infeksi COVID-19 yang mematikan.  

Sementara pada Senin, Bank Dunia memperkirakan bahwa pada 2021, Myanmar akan mengalami penyusutan ekonomi hingga 18 persen. Adapun faktor penurunan ekonomi tidak lain dipicu karena kerusuhan besar-besaran setelah kudeta dan gelombang ketiga virus corona.[]