News

Sah, Anies Tetapkan Tarif Integrasi Tiga Moda Transportasi Rp10 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memutuskan besaran paket tarif integrasi untuk moda transportasi Bus Transjakarta, MRT, dan LRT maksimim Rp 10 ribu untuk satu kali perjalanan.

Sah, Anies Tetapkan Tarif Integrasi Tiga Moda Transportasi Rp10 Ribu
Warga berjalan di Halte Integrasi Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Jakarta, Minggu (26/12/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memutuskan besaran paket tarif integrasi untuk moda transportasi Bus Transjakarta, MRT, dan LRT maksimim Rp 10 ribu untuk satu kali perjalanan. Keputusan Anies itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta nomor 33 tahun 2022 tentang Besaran Paket Tarif Layanan Angkutan Umum Massal. Keputusan itu menjadi dasar hukum perubahan paket tarif integrasi. 

Dalam Kepgub yang ditetapkan pada Senin (8/8/2022) itu ditetapkan paket tarif integrasi itu berlaku untuk penggunaan layanan TransJakarta, MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta, dan atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta.

"Menetapkan Keputusan Gubernur tentang besaran tarif layanan angkutan umum massal yang diberlakukan untuk satu kali perjalanan atas penggunaan layanan TransJakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) dan atau Lintas Raya Terpadu (LRT) dengan rincian sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kepgub ini," tulis poin diktum Kepgub 733 yang ditandatangani Anies Baswedan dan dikutip pada Kamis (11/8/2022).

baca juga:

Dalam lampiran Kepgub itu diatur komponen paket tarif layanan angkutan massal berlaku terhadap perjalanan menggunakan minimal 2 layanan moda transportasi di antara Transjakarta, MRT ataupun LRT. 

Komponen paket tarif layanan angkutan umum massal terdiri dari biaya awal sebesar Rp2.500 yang akan dikenakan kepada penumpang pada saat memasuki halte/stasiun/layanan angkutan pengumpan (feeder).

Setelah membayar biaya awal, tarif perjalanan selanjutnya berdasarkan jarak perjalanan yang ditempuh, yaitu sebesar Rp250 per kilometer dengan jumlah maksimum tarif satu kali perjalanan adalah sebesar Rp10 ribu.

Tarif sebesar Rp10 ribu tersebut berlaku dalam kondisi maksimum satu kali perjalanan selama 180 menit, dan penumpang tidak keluar dari Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) sejak pertama kali meletakkan kartu uang elektronik, tiket elektronik.

“Apabila dalam satu kali perjalanan penumpang menghabiskan waktu tempuh melebihi dari 180 menit, maka selain dari jumlah maksimum tarif sebagaimana dimaksud di atas, akan dihitung paket tarif perjalanan berikutnya,” tertulis dalam Kepgub tersebut. []