News

Sadikin Aksa Dicecar Penyidik 53 Pertanyaan di Mabes Polri

Sadikin Aksa ditanya terkait tugas dan tanggung jawab sebagai Dirut PT Bosowa.


Sadikin Aksa Dicecar Penyidik 53 Pertanyaan di Mabes Polri
Mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa (Instagram/sadikinaksa)

AKURAT.CO, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah periksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa (SA) sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana perbankan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, penyidik mengajukan 53 pertanyaan kepada SA. Tersangka diperiksa kurang-lebih 10 jam. SA ditanya terkait tugas dan tanggung jawab sebagai Dirut PT Bosowa. 

"Kemudian terkait tindakan SA sebagai Dirut PT Bosowa terhadap adanya Surat Perintah tertulis OJK," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021). 

Selain itu, kata Argo, penyidik Bareskrim menanyakan soal mekanisme pengambilan keputusan atau tindakan korporasi terhadap adanya perintah tertulis OJK. 

"Alasan tidak melaksanakan perintah tertulis OJK," tuturnya. 

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan, pemeriksaan berjalan dengan lancar. "Selama pemeriksaan, tersangka Sadikin  didampingi tim penasehat hukum," sambungnya. 

Usai diperiksa, tersangka SA tidak ditahan oleh penyidik, dan keluar dari gedung Bareskrim.

Sadikin Aksa jadi tersangka atas perbuatan yang diduga dengan sengaja mengabaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelum menetapkan tersangka, penyidik telah menggelar perkara dan menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan Sadikin Aksa sebagai tersangka.

Sebanyak 22 saksi telah diperiksa terkait perkara tersebut. Para saksi tersebut berasal dari pihak OJK, Bank Bukopin, KB Kookmin, Kopelindo, Tim Technical Assietance BRI serta Bosowa Corporindo.

PT Bosowa Corporindo merupakan pemegang saham 23 persen di Bank Bukopin. Sejak bulan Mei 2018, PT Bank Bukopin, Tbk. telah ditetapkan sebagai Bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

OJK telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin. Di antaranya memberikan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat OJK nomor : SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisikan tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. Dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

"Akan tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Irjen Pol Helmy Santika , Rabu (10/3).[]

Arief Munandar

https://akurat.co