News

Sabtu 24 Juli,  8.360 Warga DKI  Terpapar Covid-19

Hasilnya PCR terhadap 29.105 warga, 8.360 dinyatakan positif dan 20.745 negatif


Sabtu 24 Juli,  8.360 Warga DKI  Terpapar Covid-19
ILUSTRASI: Wartawan saat mengikuti tes Swab Antigen COVID-19 gratis di Sekret PFI Pusat, Jalan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Sebanyak 8.360 warga Jakarta didiagnosa terpapar virus Covid-19 pada hari ini. Kasus baru ditemukan setelah Dinas Kesehatan melakukan tes PCR terhadap 29.105 warga.

"Hasilnya 8.360 positif dan 20.745 negatif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

Selain PCR, tambah Dwi, pihaknya juga melakukan tes Antigen. Dari 8.751 orang yang menjalani tes, 741 dinyatakan positif dan 8.010 negatif.

Dengan penambahan kasus positif hari ini, secara keseluruhan jumlah kasus aktif di Jakarta mencapai 73.222 kasus yang masih dirawat atau isolasi. Sementara orang dinyatakan telah sembuh 702.477 dan 11.181 orang meninggal.

"Tingkat kesembuhan 89,3 persen, tingkat kematian 1,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen," tutur Dwi.

Dikatakannya, positivity rate atau persentase kasus positif di Jakarta juga terus naik. Dinkes mencatat positivity rate dalam sepekan terakhir sebesar 25,7 persen sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,4 persen. Angka ini masih jauh dari standar aman yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," kata Dwi.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut PPKM Darurat yang diterapkan sejak 3 hingga 20 Juni berhasil menekan lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Ariza mengatakan, keberhasilan itu terlihat dari jumlah kasus harian di Jakarta saat ini. Adapun jumlah kasus corona harian di Jakarta berangsur menurun dimana dalam sepekan terakhir total kasus di bawah 10 ribu. Sementara minggu lalu jumlah kasus harian stagnan di angka 12.000, bahkan cenderung naik menjadi 13.000 hingga 14.000.

Ariza mengaku penurunan kasus harian membuat 140 rumah sakit rujukan di Jakarta yang pada awal ledakan corona gelombang kedua nyaris kolaps, saat ini sudah lenggang. Ketersedian tempat tidur di ruang isolasi di selururuh rumah sakit saat ini kata dia turun menjadi 77 persen setelah sebelumnya keterisiannya di atas 90 persen. Sementara itu untuk tempat tidur di ruang ICU kini turun menjadi 88 persen setelah sebelumnya juga berada di atas 90 persen.

"Keterisian tempat tidur turun menjadi 77 persen sebelumnya di atas 90 persen dan ICU turun menjadi 88 persen atau. jadi ada penurunan yang cukup baik ini pertanda baik dan ini keberhasilan PPKM Darurat," kata Ariza di Rumah Sakit Jagakarsa, Jakarta Selatan.[]