Ekonomi

Saat Pandemi Industri Mamin Malah Makin Moncer, Pertanda Apa Ini?

Kemenperin: utilisasi industri makanan dan minuman (mamin) capai 89 persen meski ditengah pandemi.


Saat Pandemi Industri Mamin Malah Makin Moncer, Pertanda Apa Ini?
Pekerja saat mengecek ketersediaan stok barang makanan dan minuman di salah satu gudang e-commerce, Marunda, Jakarta, Senin (16/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan utilisasi industri makanan dan minuman (mamin) tetap tinggi. Dan, bahkan mencapai 89 persen meski di tengah wabah pandemi covid-19.

Ia mengatakan saat meninjau PT Unilever Indonesia (Walls Factory) dan Mondeléz Indonesia (pabrik biskuit Oreo dan Ritz) kemarin. utilisasi kedua perusahaan selama masa pandemi sama-sama menyentuh di angka kisaran 89 persen.

Artinya, kata dia, produktivitas tetap berjalan baik dan justru permintaannya semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun mancanegara.

“Dengan adanya SE Menperin, kami juga ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Putu melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/7/2021).

Putu memberikan apresiasi kepada kedua produsen mamin tersebut, karena di masa pandemi tetap mengapalkan produknya ke pasar ekspor.

Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan devisa dan menunjukkan bahwa produk industri nasional berdaya saing di kancah global.

“Misalnya, Unilever yang mengekspor es krimnya ke pasar Australia dengan menggunakan alat penyimpan berteknologi modern,” lanjutnya.

Kemenperin mencatat, industri mamin merupakan salah satu sektor primadona yang membuat kinerja ekspor manufaktur nasional meroket sepanjang semester I tahun 2021.

Total nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Juni 2021 mencapai19,58 miliar dolar AS atau naik 21,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.