News

RUU KIA Sepakat Jadi Inisiatif DPR, Puan Janji Bakal Terima Aspirasi Masyarakat

RUU salah satu pembahasannya mengenai cuti melahirkan selama 6 bulan


RUU KIA Sepakat Jadi Inisiatif DPR, Puan Janji Bakal Terima Aspirasi Masyarakat
Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, dan Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2022). (Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan anggota dewan sepakat, Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) jadi inisiatif DPR RI. Sementara untuk mengupayakan langkah berikutnya, DPR akan meminta masukan baik dari masyarakat, maupun pengusaha selaku pemilik perusahaan.

"Hari ini baru masuk sebagai inisiatif usul dari DPR. Kemudian kita akan melakukan sesuai dengan mekanismenya membuka ruang sebanyak-banyaknya," ujar Ketua DPR RI, Puan Maharani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Puan mengaku, untuk merealisasikan RUU tersebut masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, baginya, semangat DPR bersama pemerintah untuk bisa memberikan ruang kepada Ibu dan anak akan terus dijalankan.

baca juga:

"Untuk bisa memberikan perhatiannya secara penuh kepada anak tersebut yang kemudian dilahirkan memang menjadi anak-anak henerasi masa depan bangsa yang kemudian tidak ada stunting lagi di Indonesia. Itu dulu nanti kita lihat mekanismenya masih panjang," katanya.

Selain itu, Puan juga memastikan RUU yang salah satu pembahasannya mengenai cuti melahirkan selama 6 bulan itu akan segera disahkan.

Dia berharap proses pembahasan RUU KIA berjalan dengan lancar. RUU KIA juga diharapkan menjadi payung hukum dalam menjamin kesejahteraan ibu dan anak.

"Badan musyawarah (Bamus) DPR sudah menyepakati RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak atau RUU KIA akan disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna terdekat," tutupnya.[]