News

Rustam: Meski Bisa Kembali Kritik Pemerintah, Ratna Sarumpaet Sudah Kehilangan Kredibilitasnya


Rustam: Meski Bisa Kembali Kritik Pemerintah, Ratna Sarumpaet Sudah Kehilangan Kredibilitasnya
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim (TWITTER/@rustamibrahim)

AKURAT.CO, Pemerhati Politik Rustam Ibrahim menyoroti pernyataan Ratna Sarumpaet setelah bebas penjara. Ratna mengaku akan tetap mengkritik pemerintah.

Rustam menyebut Ratna memiliki hak untuk mengkritik pemerintah. Namun, dengan menyandang status mantan narapidana kasus hoaks, Ratna sudah kehilangan kredibilitasnya.

“Keluar dari penjara tentu saja Ratna Sarumpaet bisa kembali kritik Pemerintah Jokowi. Tapi satu hal yang jelas, Ratna Sarumpaet sudah kehilangan kredibilitasnya,” tutur Rustam lewat akun Twitter @RustamIbrahim dikutip AKURAT.CO, Jumat (27/12/2019).

Selain Rustam, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli juga menyoroti pernyataan Ratna. Dia mempertanyakan mengapa Jokowi yang disalahkan Ratna.

"Dia yang bikin hoax, bikin gaduh, kok Jokowi yg disalahin, apakah ini tanda2 dia gak kapok bikin hoax?" tulis @GunRomli.

Dalam pemberitaan media, Ratna menegaskan bahwa akan tetap mengkritik pemerintah usai bebas bersyarat dari kasus penyebaran informasi bohong. Dia berharap Presiden kapok memenjarakannya lantaran usianya yang sudah tua.

"Itu kan tabiat saya. Jadi saya rasa mudah-mudahan Pak Jokowi juga kapok memenjarakan saya. Nggak ada gunanya juga, saya orang tua. Masa kalau saya mengkritik terus saya dimarahin lagi, nggak boleh begitu dong. Kita negara demokrasi," kata Ratna.

Sebagai informasi, selama 9 bulan pasca vonis, Ratna ditahan di Lapas perempuan kelas II A Pondok, Bambu, Jakarta Timur. Kini Ratna dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani masa tahanan selama 9 bulan. 

Sebelumnya Ratna divonis dua tahun pernjara oleh hakim terkait kasus penyebaran informasi bohong alias hoaks.[]