News

Rustam Ibrahim: Tindakan Persekusi Seperti Mengganggu Ibunda Mahfud MD Harus Diproses Hukum

Rustam meminta tindakan persekusi ke Ibunda Mahfud MD diproses hukum.


Rustam Ibrahim: Tindakan Persekusi Seperti Mengganggu Ibunda Mahfud MD Harus Diproses Hukum
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim (TWITTER/@rustamibrahim)

AKURAT.CO, Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim aksi sejumlah orang mendatangi kediaman Ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merupakan tindakan persekusi.

"Tindakan persekusi seperti mengganggu ibunda @mohmahfudmd harus diproses hukum @jokowi @DivHumas_Polri Jika tidak, bisa terulang lagi di tempat lain," kata Rustam Ibrahim di akun Twitter @RustamIbrahim, Rabu (2/12/2020).

Rustam Ibrahim mengkaitkan massa yang mendatangi kediaman Ibunda Mahfud MD dengan demo menentang kedatangan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

"Tindakan mendatangi rumah Ibunda Mahfud MD maupun menghadang demo-demo menentang kedatangan MRS, menunjukkan standar ganda menggunakan kebebasan menyatakan pendapat di depan umum. Di satu pihak menuntut kebebasan, di pihak lain menentang kebebasan orang lain @DivHumas_Polri," ujarnya.

Kata dia, persepsi publik mengenai kemampuan negara akan diuji beberapa hari ke depan.

"Apakah negara lemah, tidak berdaya; atau kuat. Indikatornya: 1) Menangkap teroris Sigi, 2) memproses hukum persekusi ibunda @mohmahfudmd dan 3) menghadirkan MRS penuhi panggilan Polri @jokowi @DivHumas_Polri," kata dia.

Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia Sigit Widodo menyebut bahwa peristiwa yang terekam dalam video dan viral itu keterlaluan. Ia mendukung Mahfud MD untuk melawan pihak yang sudah mengganggu Ibundanya.

"Ini keterlaluan, sih. Nggak beradab sekali. Lawan, Prof. @mohmahfudmd! Mereka sudah kelewatan." kata Sigit Widodo di akun Twitter @sigitwid.

Sebelumnya, Mahfud MD angkat bicara menyoroti kedatangan massa di kediamannya di Pamekasan. Mahfud mengaku selalu berusaha menghindar untuk menindak orang yang menyerang pribadinya. Sebab, kalau itu dilakukan maka dikhawatirkan dirinya akan bertindak egois dan sewenang-wenang. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada jabatannya sebagai Menko Polhukam.