News

Russia-Dunia Islam Akan Perkuat Kerja Sama

Rusia dan Dunia Islam berkomitmen untuk memperkuat kerjasama.


Russia-Dunia Islam Akan Perkuat Kerja Sama
Din Syamsuddin (Din Syamsuddin for akurat.co)

AKURAT.CO, Rusia dan Dunia Islam berkomitmen untuk memperkuat kerja sama. Komitmen itu terkuak dalam pertemuan ke-15 Grup Visi Strategis Russia-Dunia Islam di Jeddah, 24 November 2021.

Pertemuan sehari itu dihadiri sekitar 30 anggota grup dari Russia dan sejumlah negara Islam, dan seratusan peninjau terdiri dari ulama, cendekiawan Muslim dari beberapa negara, termasuk Russia dan negara-negara Asia Tengah. 

Pertemuan yang difasilitasi Kemlu Saudi Arabia dibuka dengan dua pidato kunci: Pertama dari Khadimul Haramain Raja Salman bin Abdul 'Aziz yang dibacakan oleh Amir Khaled Al-Faisal, Gubernur Mekkah al-Mukarramah, dan kedua dari Presiden Putin yang dibacakan oleh Presiden Republik Tatarstan Rustam Minikhanov, yang juga Ketua Grup Visi Strategis Russia-Dunia Islam.

Salah satu tokoh yang hadir pada pertemuan yakni Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Ia tampil menjadi pembicara pada sesi ke tiga dengan materi utama tentang Peluang Kerja Sama Russia-Dunia Islam tentang Pengembangan Model Baru Pembangunan. Apalagi Russia dan dunia Islam memiliki hubungan historis sejak masa lampau sehingga sangat potensial untuk mengembangkan kerja sama yang konstruktif dan inovatif. 

"Oleh karena itu, kedua pihak perlu menyiapkan skenario Dunia Baru pasca Pandemi Covid-19," katanya dalam keterangannya, Minggu (28/11/2021).

Dalam hal itu, menurut Din, para pemikir dunia Islam dan Russia perlu bekerja sama untuk menyiapkan suatu konsep peradaban alternatif. Sehingga kehidupan dunia menjadi lebih damai dan berkeadilan. 

"Pandemi Covid-19 dan berbagai manifestasi ketiadaan damai di dunia merupakan konsekwensi dari sistem dunia yang bertumpu pada humanisme liberal-sekuler," katanya. 

Karena itu, menurut Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini, diperlukan sistem dunia baru yang tidak bertumpu pada humanisme liberal-sekuler tetapi berorientasi pada nilai-nilai spiritualitas untuk kemaslahatan bersama. 

"Adalah mendesak untuk dikembangkan suatu Sistem Dunia yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual dan menekankan tanggung jawab kolektif membangun kehidupan atau kemaslahatan bersama," katanya. 

Chairman of CDCC (Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations) ini lebih lanjut mengatakan bahwa kerja sama Russia dan Dunia Islam perlu mengedepankan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai pilar perkembangan peradaban. 

Secara khusus Din, yg pernah menjadi Utusan Khusus Presiden utk Dialog dan Kerja sama antar Agama dan Peradaban, memuji pendekatan kepemimpinan Presiden Federasi Russia Putin yang dinilainya simpatik terhadap Islam dan umat Islam. "Pendekatan positif demikian merupakan modal penting kerja sama Russia-Dunia Islam ke arah yang lebih konstruktif, dan akan menjadi faktor pendukung terwujudnya peradaban baru," ujarnya.[]