News

Rusia Tunda Inspeksi Langsung AS soal Pengendalian Senjata, Berdalih Sanksi Barat dan Covid-19

Berdasarkan perjanjian New START, AS dan Rusia berhak saling menginspeksi senjata yang tersisa dari Perang Dingin dan pembatasan hulu ledak nuklir.

Rusia Tunda Inspeksi Langsung AS soal Pengendalian Senjata, Berdalih Sanksi Barat dan Covid-19
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa pada Januari 2022. (REUTERS)

AKURAT.CO Rusia menangguhkan inspeksi langsung Amerika Serikat (AS) berdasarkan perjanjian pengendalian senjata strategis dengan Washington. Sanksi Barat dan infeksi Covid-19 pun dijadikan alasannya. Meski begitu, Moskow berjanji tetap berkomitmen pada semua ketentuan perjanjian itu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, fasilitas yang tunduk pada inspeksi berdasarkan perjanjian 'New START' sementara akan dikecualikan dari inspeksi tersebut. Pengumuman ini muncul ketika hubungan antara Rusia dan AS merenggang akibat intervensi Moskow di Ukraina dan sanksi Barat yang melemahkan.

"Rusia kini terpaksa menggunakan tindakan ini akibat desakan keinginan Washington untuk secara implisit memulai kembali inspeksi pada kondisi yang tak mempertimbangkan realitas yang ada," bunyi pernyataan kementerian luar negeri Rusia, dilansir dari Al Jazeera.

baca juga:

New START adalah pakta pengurangan senjata terakhir yang tersisa antara bekas 2 kubu Perang Dingin dan membatasi hingga 1.550 jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan oleh Moskow dan Washington.

Moskow juga menuduh Washington berusaha menciptakan keuntungan sepihak dan merampas hak Rusia untuk melakukan inspeksi di tanah AS. Artinya, Moskow semakin kesulitan melakukan inspeksi di tanah AS karena sanksi Barat, termasuk blokade ruang udara bagi pesawat Rusia dan pembatasan visa. Moskow juga menggunakan dalih lonjakan baru kasus Covid-19 di AS.

"Kami yakin bahwa dalam keadaan saat ini, semua pihak harus meninggalkan upaya kontraproduktif yang terang-terangan untuk mempercepat dimulainya kembali kegiatan inspeksi START dan fokus pada kajian menyeluruh dari semua masalah yang ada di bidang ini," sambungnya.

Tahun lalu, AS dan Rusia memperpanjang New START dengan waktu maksimum yang diizinkan selama 5 tahun.

Pengumuman Moskow disampaikan setelah Presiden AS Joe Biden meminta Rusia dan China untuk menunjukkan komitmen mereka dalam membatasi senjata nuklir.

"Rusia harus menunjukkan kesediaannya untuk memperbarui pakta pengurangan senjata nuklir ketika perjanjian itu berakhir pada 2026," desak Biden.

Kremlin sendiri mengingatkan AS pekan lalu bahwa sudah hampir habis waktunya untuk menegosiasikan pembaruan perjanjian New START. Jika perjanjian ini berakhir pada 2026 tanpa pembaruan, keamanan global akan melemah.

Konflik di Ukraina telah meningkatkan ketegangan politik ke tingkat yang belum pernah terjadi sejak Krisis Rudal Kuba 1962. Para politisi di Rusia dan AS pun memperingatkan di depan umum tentang risiko Perang Dunia III. []