News

Rusia Terdesak, Perekrutan Militer Diperluas Jadi Usia 40 Tahun ke Atas dan WNA 30 Tahun ke Atas

Menurut laman Duma Negara, kebijakan ini memungkinkan militer untuk memanfaatkan keterampilan profesional yang lebih tua.


Rusia Terdesak, Perekrutan Militer Diperluas Jadi Usia 40 Tahun ke Atas dan WNA 30 Tahun ke Atas
Saat ini, hanya warga Rusia berusia 18-40 tahun dan WNA 18-30 tahun yang menandatangani kontrak pertama dengan militer. (REUTERS)

AKURAT.CO Parlemen Rusia mengatakan pada Jumat (20/5) bahwa mereka akan mempertimbangkan rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan warga Rusia berumur di atas 40 tahun dan warga negara asing (WNA) berusia di atas 30 tahun untuk mendaftar ke militer. Ini menjadi tanda Rusia sedang terdesak untuk meningkatkan upaya perangnya di Ukraina.

Menurut laman Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia, kebijakan ini memungkinkan militer untuk memanfaatkan keterampilan profesional yang lebih tua.

"Untuk penggunaan senjata presisi tinggi, pengoperasian senjata dan peralatan militer, diperlukan spesialis yang sangat profesional. Berdasarkan pengalaman, mereka menjadi seperti itu pada usia 40-45 tahun," sebutnya, dilansir dari Reuters.

baca juga:

Saat ini, hanya warga Rusia berusia 18-40 tahun dan WNA 18-30 tahun yang menandatangani kontrak pertama dengan militer.

Rusia telah mengalami kemunduran besar dan banyak kerugian, baik manusia maupun peralatan, dalam perang 86 hari. Meski berhasil merebut Mariupol, Moskow tetap jauh dari tujuannya untuk merebut semua wilayah Donbas di Ukraina timur.

"Jelas, Rusia berada dalam masalah. Upaya terbaru ini untuk mengatasi kekurangan SDM tanpa mengkhawatirkan populasi mereka sendiri. Namun, Kremlin semakin sulit untuk menyembunyikan kegagalan mereka di Ukraina," komentar Jenderal Purnawirawan AS Ben Hodges, mantan komandan pasukan Angkatan Darat AS di Eropa.

Senada dengan Hodges, Jack Watling, seorang spesialis perang darat di lembaga pemikir keamanan dan pertahanan Inggris RUSI, mengatakan militer Rusia kekurangan infanteri.

"Rusia perlu menstabilkan awak di unit militernya di Ukraina dan menghasilkan unit baru jika ingin menaikkan posisinya di lapangan. Proses ini akan lambat dan rumit, tapi dapat dipercepat dengan memobilisasi orang-orang berketerampilan dan berpengalaman militer," ungkapnya.

Menurut Duma, RUU itu juga akan memudahkan perekrutan tenaga kesehatan sipil, insinyur, serta spesialis operasi dan komunikasi.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan dibentuknya 12 unit militer di distrik militer baratnya atas meningkatnya ancaman di sana. Ini merujuk pada Finlandia dan Swedia yang ingin bergabung dengan NATO.[]