News

Rusia Tangkap 5 Tersangka Sehubungan dengan Kecelakaan Tambang Listvyazhnaya yang Tewaskan 51 Orang

Rusia Tangkap 5 Tersangka Sehubungan dengan Kecelakaan Tambang Listvyazhnaya yang Tewaskan 51 orang


Rusia Tangkap 5 Tersangka Sehubungan dengan Kecelakaan Tambang Listvyazhnaya yang Tewaskan 51 Orang
Sebanyak 285 orang berada di dalam tambang pada saat ledakan metana terjadi di tambang Listvyazhnaya (AP/ Kementerian Darurat Rusia)

AKURAT.CO, Pengadilan Rusia telah memerintahkan penahanan lima orang sehubungan dengan kecelakaan mematikan di penambangan Listvyazhnaya pekan lalu. Menurut pengadilan, lima orang itu wajib berada dalam tahanan pra-sidang selama setidaknya dua bulan sambil menunggu penyelidikan atas insiden.

Sebagaimana diwartakan UPI hingga ABC News, kelima tersangka yang ditangkap termasuk direktur tambang Sergei Makharakov, manajer lokasi Sergei Gerasimenko dan Andrei Molostov. Masing-masing dari mereka telah didakwa melanggar persyaratan keselamatan industri yang mengakibatkan banyak kematian.

Sementara dua lainnya adalah kepala inspektur keselamatan, Sergei Vinokurov dan Vyacheslav Semykin. Keduanya juga ditahan karena diduga melanggar aturan keselamatan, kata penyelidik.

Jika terbukti bersalah, mereka dapat dipenjara hingga tujuh tahun lamanya.

"Menurut penyelidikan, kecelakaan itu sebagai akibat dari pelanggaran persyaratan keselamatan industri fasilitas produksi yang dilakukan oleh direktur tambang Makharakov dan bawahannya. Sebuah fenomena gas-dinamis telah terjadi dan pada gilirannya, asap menyimpang dari jalur ventilasi, yang menyebabkan kematian pekerja yang berada di tambang," kata tim penyelidik dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu (27/11).

Ledakan metana mengguncang tambang Listvyazhnaya di Oblast Kemerovo, Siberia pada Kamis (25/11) pagi lalu. Pada saat ledakan terjadi, asap beracun dengan cepat memenuhi tambang, dan membahayakan 285 pekerja yang berada di dalamnya. 

Dalam tragedi itu, pihak berwenang Rusia kemudian melaporkan 51 kematian yang terdiri dari 46 penambang dan 5 anggota penyelamat. Dengan angka fatalitas ini, insiden Listvyazhnaya disebut-sebut sebagai kecelakaan tambang paling mematikan di Rusia sejak tahun 2010.

Sementara itu, lebih dari 60 lainnya mencari bantuan medis untuk berbagai macam cedera.

Pada Jumat (26/11) pejabat penegak hukum mengungkap bahwa sebelum ledakan terjadi, para penambang sempat mengeluh tentang tingginya tingkat metana di area tambang.

Situs berita independen terkemuka Rusia, Meduza, juga melaporkan indikasi soal kelalaian untuk keselamatan pekerja. Disebutkan bahwa pada tahun ini, pihak berwenang telah sembilan kali menangguhkan pekerjaan pada bagian tertentu dari tambang. Hingga pada satu titik, pihak terkait mengeluarkan denda untuk pelanggaran keselamatan dengan nilai lebih dari 4 juta rubel (Rp763 juta). []