Olahraga

Rusia Siap Tukar Brittney Griner, Ingatkan AS untuk tak "Heboh"

Brittney Griner adalah pebasket putri asal AS yang ditahan di Rusia karena diketahui membawa ganja, Februari lalu.


Rusia Siap Tukar Brittney Griner, Ingatkan AS untuk tak
Pemain bola basket Amerika Serikat Brittney Griner yang ditahan di bandara Sheremetyevo Moskow dan didakwa dengan kepemilikan ganja ilegal, terlihat berada di dalam sel tahanan terdakwa sebelum sidang pengadilan di Khimki di luar Moskow, Rusia, Selasa (02/8). (ANTARA/REUTERS/Evgenia Novozhenina)

AKURAT.CO, Rusia secara terbuka menyatakan siap melakukan pertukaran tahanan dengan Amerika Serikat sejalan dengan hukuman sembilan tahun yang dijatuhkan terhadap pebasket Brittney Griner. Pun demikian, Rusia mengingatkan AS untuk tak melakukan diplomasi pertukaran dengan publikasi besar.

“Kami siap untuk mendiskusikan isu (pertukaran), tetapi ini harus dilakukan melalui saluran yang disetujui oleh para presiden, (Vladimir) Putin dan (Joe) Biden,” kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam sesi konferensi pers di Kamboja, Jumat (5/8), sebagaimana dipetik dari The Guardian.

Griner adalah pebasket putri asal AS yang ditahan di Rusia karena diketahui membawa ganja beberapa hari sebelum invasi negara tersebut ke Ukraina, Februari lalu. Pada Kamis (4/8) lalu, pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara terhadap pebasket berusia 31 tahun tersebut.

baca juga:

Presiden AS, Joe Biden, menganggap kasus Griner adalah penahanan yang salah oleh Rusia. Ia meminta Rusia segera melepaskan pebasket Tim Nasional Putri AS peraih dua medali emas olimpiade tersebut.

“Saya penuh harapan, kami bekerja keras,” kata Biden dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington DC, AS.

Rusia meyakini bahwa diplomasi langsung yang disetujui Putin dan Biden akan menjadi cara yang paling memungkinkan untuk membebaskan Griner. Hanya saja, Rusia berharap negosiasi dilaksanakan tanpa “megafon” dan kalem.

“Jika ini adalah kasus baru di mana Amerika menggunakan diplomasi publik dan pernyataan lantang dalam langkah penundaan mereka, itu adalah urusan mereka atau saya bisa katakan itu masalah mereka,” kata Lavrov.

“Karena Amerika seringkali gagal menghormati kesepakatan untuk melakukannya secara kalem, kerja profesional.”

Sementara itu, Griner sendiri keberatan jika kasusnya dijadikan pertaruhan politik. Griner dan tim kuasa hukumnya secara tegas berusaha menjauhkan kasus mereka dari unsur politik.

“Saya tahu semua orang terus berbicara tentang ‘gadai politik’ dan ‘politik’, tetapi saya berharap itu jauh dari ruang sidang,” kata Griner.

Griner sejatinya tercatat sebagai pemain Liga Basket Nasional Putri AS (WNBA), Phoenix Mercury. Ia pergi ke Rusia untuk bermain dengan klub negara tersebut, UMMC Ekaterinburg, untuk mengisi jeda musim WNBA.[]