Ekonomi

Rusia Larang Investor Barat untuk Hengkang, Khususnya Investor di Bidang Energi

peraturan ditandatangani oleh Putin dan diterbitkan pada hari Jumat itu segera melarang investor dari negara-negara yang mendukung sanksi terhadap Rusia

Rusia Larang Investor Barat untuk Hengkang, Khususnya Investor di Bidang Energi
Presiden Rusia Vladimir Putin larang investor barat hengkang, khususnya energi (EPA via BBC)

AKURAT.CO, Rusia telah melarang investor dari negara-negara yang disebut tidak bersahabat untuk menjual saham di proyek-proyek energi utama dan bank-bank hingga akhir tahun. Akibat hal ini, banyak negara yang mulai meningkatkan tekanan dalam perselisihan sanksi khususnya oleh Barat.

Negara-negara Barat dan sekutunya termasuk Jepang, telah memberlakukan pembatasan keuangan pada Rusia sejak mengirim pasukan ke Ukraina pada akhir Februari. Moskow membalas dengan hambatan untuk bisnis Barat dan sekutu mereka meninggalkan Rusia, dan dalam beberapa kasus menyita aset mereka.

Mengutip dari Reuters pada Minggu (7/8/2022), peraturan yang ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin dan diterbitkan pada hari Jumat itu segera melarang investor dari negara-negara yang mendukung sanksi terhadap Rusia untuk menjual aset mereka dalam perjanjian bagi hasil (PSA), bank, entitas strategis, perusahaan yang memproduksi peralatan energi, serta di tempat lain. Mulai dari produksi minyak dan gas hingga batubara dan nikel.

baca juga:

Selain itu, Vladimir Putin dapat mengeluarkan pengabaian khusus dalam kasus-kasus tertentu agar kesepakatan tetap berjalan, kata dekrit itu, dan pemerintah serta bank sentral harus menyiapkan daftar bank untuk persetujuan Kremlin dan keputusan itu tidak menyebutkan nama investor.

Larangan itu mencakup hampir semua proyek keuangan dan energi besar di mana investor asing masih memiliki saham, termasuk proyek minyak dan gas Sakhalin-1.

Beberapa hari lalu, perusahaan minyak negara Rusia Rosneft menyalahkan Exxon Mobil karena penurunan produksi di kelompok ladang Sakhalin-1. Setelah perusahaan energi utama AS itu mengatakan sedang dalam proses mentransfer 30 persen sahamnya "ke pihak lain".

Secara terpisah, keputusan pemerintah Rusia yang ditandatangani pada 2 Agustus memberikan investor asing di proyek gas alam cair (LNG) Sakhalin-2, Royal Dutch Shell dan perusahaan asal Jepang Mitsui & Co dan Mitsubishi Corp diumumkan akan menggantikan proyek mereka yang mangkrak di Sakhalin-1 akan tetapi, keputusan baru tidak mencakup proyek Sakhalin-2.

Karena kehilangan proyek tersebut, Exxon menolak untuk berkomentar, sementara ditempat terpisah Exxon mengatakan telah membuat kemajuan yang signifikan keluar dari usaha Sakhalin-1 dan bahwa penarikan adalah proses yang kompleks.

"Sebagai mantan operator, Exxon memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan orang, perlindungan lingkungan dan integritas operasi," tutur juru bicara Casey Norton mengutip Reuters pada Kamis (4/8/2022).

Shell sedang mencari opsi untuk menarik diri dari proyek sementara pemerintah Jepang menegaskan kembali keinginannya agar perusahaan Jepang mempertahankan saham mereka di sana.[]

Sumber: Reuters