Ekonomi

Rusia Lapor Ukraina Blokade Pipa, Pasokan Minyak di Eropa Semakin Terancam!

Perusahaan energi Hungaria MOL dan operator pipa Slovakia Transpetrol mengkonfirmasi aliran telah dihentikan


Rusia Lapor Ukraina Blokade Pipa, Pasokan Minyak di Eropa Semakin Terancam!
Gabungan gambar dari bagian pipa gas Nord Stream dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Daniel Reinhardt/Picture Alliance via Getty Images, Mikhail Svetlov/Getty Images)

AKURAT.CO Perusahaan Rusia yang bergerak di bidang energi, Transeft Rusia mengatakan bahwa Ukraina melakukan blokade aliran pipa minyak Rusia ke beberapan negara di Eropa pada awal bulan ini. Blokade tersebut merupakan imbas dari sanksi Barat yang diterapkan ke Ukraina demi mencegah negara tersebut menerima biaya transit minyak dari Rusia

Melansir dari Reuters pada Rabu (9/8/2022) penangguhan terhadap aliran minyak tersebut akan menghantam negara - negara di Eropa seperti Slovakia, Hongaria dan Republik Ceko. Semuanya merupakan negara yang sangat bergantung pada minyak mentah Rusia.

Perusahaan energi Hungaria MOL dan operator pipa Slovakia Transpetrol mengkonfirmasi aliran telah dihentikan selama beberapa hari karena pembayaran biaya transit. Perusahaan pun khawatir akan cadangan minyaknya yang hanya bisa bertahan selama beberapa minggu saja.

baca juga:

Lebih lanjut, Hongaria adalah salah satu negara yang paling bergantung pada minyak Rusia dan pemerintahnya telah melobi keras untuk memberikannya pembebasan dari sanksi Uni Eropa yang lebih luas terhadap Moskow.

Terkait pembayaran, Transneft Rusia mengatakan telah melakukan pembayaran untuk transit minyak Agustus ke operator pipa Ukraina UkrTransNafta pada 22 Juli, tetapi uang itu dikembalikan pada 28 Juli karena pembayaran tidak berhasil. Sementara pengiriman minyak dihentikan mulai 4 Agustus.

Transneft mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Gazprombank, yang menangani pembayaran, mengatakan bahwa uang itu dikembalikan karena pembatasan Uni Eropa.

Seperti diketahui Eropa sangat bergantung pada minyak mentah, gas alam, dan batu bara dari Rusia sejak sebelum perang terjadi. Hal tersebut terlihat ketika Rusia mulai melakukan pemeliharaan pada pipa gas Nordstream 1, yang mana pipa tersebut mengalirkan gas alam ke Jerman dan beberapa negara lainnya.

Gazprom selaku perusahaan gas terbesar di Rusia, pada Senin (25/7/2022) mengumumkan bahwa pihaknya akan kembali memotong aliran gas alam melalui pipa utama ke Eropa. Dengan alasan perbaikan peralatan mereka akan mengurangi pasokan hingga 20 persen dari kapasitas.

Gazprom sebelumnya men-tweet bahwa mereka akan mengurangi 'suplai harian' dari pipa Nord Stream 1 ke Jerman menjadi 33 juta meter kubik pada hari Rabu (27/7/2022). Perusahaan milik negara itu mengatakan bahwa pihaknya telah mematikan sebuah turbin untuk perbaikan.[]

Sumber: Reuters