Olahraga

Rusia Hukum Pebasket Putri AS 9 Tahun Penjara

Penahanan Brittney Griner diyakini sebagai upaya Rusia untuk melakukan negosiasi tahanan dengan Amerika Serikat.


Rusia Hukum Pebasket Putri AS 9 Tahun Penjara
Pebasket putri Amerika Serikat, Brittney Griner, ketika berada di pengadilan di Moskow, Rusia, Kamis (4/8). (TWITTER/Rap TV)

AKURAT.CO, Rusia menghukum pemain basket putri Amerika Serikat, Brittney Griner, dengan kurungan sembilan tahun penjara. Hukuman ini dilihat sebagai sanksi mengandung unsur politis yang bisa mengarah pada pertukaran tahanan Rusia yang saat ini dikurung di Amerika Serikat.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, pebasket Phoenix Mercury tersebut ditahan di Moskow, Rusia, setelah diketahui memiliki ganja pada Februari lalu. Griner ke Rusia karena bermain di klub negara tersebut, UMMC Ekaterinburg, pada periode jeda musim Liga Basket Nasional Putri AS (WNBA).

“Saya mencintai keluarga saya,” kata Griner dalam keadaan tangan terikat ketika keluar dari ruang siding di Moskow, Rusia, Kamis (4/8).

baca juga:

Penahanan Griner sejalan dengan konflik AS dan Rusia karena ia ditahan beberapa hari sebelum Rusia melakukan invasi ke Ukraina. AS diketahui sebagai negara terdepan yang membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.

“Dia sangat kecewa,” kata salah satu pengacara Griner, Maria Blagovolina. “Sangat kesal, sangat stres. Dia tidak bisa bicara. Ini adalah masa yang sulit untuknya.”

Presiden AS, Joe Biden, menyatakan bahwa kasus Griner merupakan penahanan yang salah oleh Rusia. Ia berharap Rusia membebaskan pebasket berusia 31 tahun tersebut dengan segera.

“Ini tidak bisa diterima, dan saya meminta Rusia untuk membebaskannya secepatnya sehingga dia bisa dengan istrinya, orang-orang tercinta, teman, dan rekan setim,” kata Biden.

Meski dianggap sangat bernuansa politik, Griner membantahnya. Ia bahkan meminta maaf kepada rekan setimnya atas kesalahan yang ia lakukan dan tak berniat untuk melanggar hukum.

“Saya tahu semua orang terus berbicara tentang ‘gadai politik’ dan politik, tetapi saya berharap hal itu jauh dari ruang sidang ini,” kata Griner.

Pejabat AS meyakini bahwa Rusia ingin menukar Griner dengan kes marinir mereka yang ditahan karena melakukan kegiatan intelijen pada 2020, Paul Whelan. Rusia ingin AS melepaskan warga negara mereka, Viktor Bout, karena menjual senjata pada 2010.

Pengacara Whelan mengatakan bahwa pertukaran narapidana pada akhirnya akan terjadi. Namun, kesepakatan akhir sepertinya masih jauh dari jabat tangan kedua belah pihak.[]