News

Rusia Culik Kepala PLTN Terbesar di Eropa Zaporizhzhia, Ancaman Bencana Nuklir?

Rusia Culik Kepala PLTN Terbesar di Eropa Zaporizhzhia, Ancaman Bencana Nuklir?
Badan nuklir PBB IAEA mengatakan pihaknya telah diberitahu oleh otoritas Rusia bahwa Murashov ditahan untuk diinterogasi (Yuri Kochetkov/EPA)

AKURAT.CO Pasukan Rusia telah menahan direktur jenderal pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, PLTN Zaporizhzhia di Ukraina. Menurut laporan, korban telah dibawa pergi ke lokasi yang sampai saat ini belum diketahui. 

Kabar itu sekaligus menyalakan kembali kekhawatiran atas keamanan dari fasilitas nuklir tersebut.

Sebagaimana diwartakan Al Jazeera, Ihor Murashov ditangkap saat dia berada dalam perjalanan dari PLTN ke Kota Enerhodar. Insiden itu terjadi pada Jumat (30/9) pukul 4 sore (13.00 GMT atau 20.00 WIB), dengan laporan disampaikan pada Sabtu (1/10) oleh Petro Kotin, kepala perusahaan nuklir milik negara, Energoatom.

baca juga:

"Dia dibawa keluar dari mobil dan dengan mata tertutup dia didorong ke tujuan yang tidak diketahui. Penahanannya oleh (Rusia) membahayakan keselamatan Ukraina dan PLTN terbesar di Eropa," kata Kotin, menambahkan bahwa sejauh ini, belum ada kabar langsung tentang nasib Murashov.

Rusia belum mengomentari penangkapan itu.

Kotin mengatakan dia mengimbau kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, untuk mengambil 'semua tindakan yang memungkinkan, agar Murashov bisa segera dibebaskan'. Dia juga telah mendesak pasukan Rusia untuk pembebasan Murashov dan penghentian segera tindakan terorisme nuklir terhadap manajemen dan personel PLTN Zaporizhzhia.

Belum segera diketahui alasan Kremlin menangkap Murashov.

Namun, IAEA mengonfirmasi, pihaknya telah diberi tahu oleh pihak berwenang Rusia bahwa Murashov 'ditahan sementara untuk keperluan interogasi'.

"Sejalan dengan mandat keselamatan nuklir, kami telah secara aktif mencari klarifikasi dan berharap untuk penyelesaian yang cepat dan memuaskan dari masalah ini," kata badan PBB tersebut.

-Risiko Bencana Nuklir-

Rusia Culik Kepala PLTN Terbesar di Eropa Zaporizhzhia, Ancaman Bencana Nuklir - Foto 1

 Foto selebaran yang dirilis oleh Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia pada 7 Agustus 2022, menunjukkan pandangan umum PLTN Zaporizhzhia di wilayah di bawah kendali militer Rusia, Ukraina tenggara-Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia melalui AP

PLTN Zaporizhzhia telah menjadi titik fokus invasi yang kini sudah memasuki tujuh bulan. Moskow dan Kyiv, keduanya saling menuding telah menembaki fasilitas tersebut, yang berisiko menimbulkan bencana nuklir.

Pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky juga telah menyerukan agar daerah di sekitar fasilitas, yang saat ini masih dikelola oleh orang-orang Ukraina, untuk didemiliterisasi.

Murashov sendiri telah menentang penyerahan PLTN Zaporizhzhia ke Rosatom, raksasa energi nuklir milik Moskow yang mengoperasikan pembangkit nuklir Rusia. 

Namun, juru bicara Energoatom belum bisa memastikan apakah protes tersebut adalah alasan Murashov diculik.

Murashov memiliki akses ke kode keamanan, mengoordinasikan semua pekerjaan di PLTN, memastikan protokol diikuti dan dilaporkan ke Kyiv, kata juru bicara Energoatom. Pihak berwenang Ukraina menunjuknya untuk menjalankan fasilitas itu beberapa hari sebelum pasukan Rusia masuk ke Ukraina.

Fasilitas Zaporizhzhia adalah trofi strategis bagi Rusia, tapi ini juga telah memicu kekhawatiran dunia karena PLTN  itu adalah satu-satunya pembangkit nuklir yang terjebak dalam peperangan modern. Pertempuran aktif di dekatnya berarti tidak mungkin untuk mulai memproduksi listrik lagi bahkan jika Rusia memasang manajemennya sendiri.

Di Ukraina, Zaporizhzhia seperti sebuah kota tersendiri dengan sekitar 11 ribu pekerja terdaftar sebelum perang meletus. Di tengah pertempuran, banyak pekerja yang melarikan diri, tetapi beberapa memutuskan tetap tinggal demi memastikan keamanan bahan dan struktur radioaktif dari fasilitas tersebut.[]