News

Rusia Beri Syarat ini jika PBB ingin Pelabuhan Ukraina Dibuka untuk Atasi Kelaparan Global

Ukraina adalah salah satu produsen biji-bijian terbesar di dunia


Rusia Beri Syarat ini jika PBB ingin Pelabuhan Ukraina Dibuka untuk Atasi Kelaparan Global
Ukraina dan sekutunya telah mengintensifkan upaya tentang cara membuka blokir pelabuhan atau menyediakan rute alternatif untuk mengekspor hasil panen gandum, biji-bijian, dan jagungnya yang signifikan (Valentyn Ogirenko/Reuters)

AKURAT.CO, Moskow telah menanggapi desakan PBB yang menyoroti krisis pangan global dan menginginkan Rusia untuk membuka pelabuhan Ukraina, sehingga biji-bijian dapat diekspor. 

Namun, Kremlin memberi syarat; mengatakan bahwa sanksi terhadapnya harus ditinjau ulang jika badan PBB itu memang menginginkan pelabuhan Laut Hitam Ukraina dibuka.

Ukraina adalah salah satu produsen biji-bijian terbesar di dunia, dan biasanya sebagian besar produknya melalui pelabuhan. Namun, berhubung Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina, Ukraina yang pontang-panting terpaksa mengekspor barang-barangnya dengan kereta api atau melalui pelabuhan-pelabuhan kecil di Sungai Danube.

baca juga:

Melihat itu, PBB berusaha untuk meminta Rusia membuka pelabuhannya, agar krisis kelaparan tidak semakin menjadi-jadi. Peringatan itu turut disampaikan oleh Kepala Program Pangan PBB (WFP) David Beasley. Selama KTT, Beasley lansung merujuk pada penguasa Kremlin, Presiden Vladimir Putin, dan memintanya untuk membuka pelabuhan Ukraina.

"Jika Anda punya hati, tolong buka pelabuhan-pelabuhan ini," katanya.

Dilaporkan Al Jazeera bahwa WFP membeli 50 persen pasokan gandumnya dari Ukraina untuk memberi makan sekitar 125 juta orang di dunia.

Segera sehari setelah pertemuan itu, kantor berita Rusia Interfax merilis pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Andrei Rudenko yang menyinggung soal sanksi AS dan Eropa. 

"Anda tidak hanya harus mengajukan banding ke Federasi Rusia tetapi juga melihat secara mendalam seluruh kompleks alasan yang menyebabkan krisis pangan saat ini dan, dalam contoh pertama, ini adalah sanksi yang telah dijatuhkan terhadap Rusia oleh AS dan UE yang mengganggu perdagangan bebas normal, meliputi produk makanan termasuk gandum, pupuk, dan lainnya," kata Rudenko.

Keputusan Rusia untuk menyerang tetangga selatannya telah mencegah Ukraina menggunakan pelabuhan utamanya di Laut Hitam dan Azov. Hal ini tak pelak langsung memangkas ekspor gandum Ukraina secara dratis, dengan bulan ini total produk menyusut lebih dari setengahnya dibanding dengan tahun lalu.

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global. Ukraina juga merupakan pengekspor utama jagung, barley, minyak bunga matahari dan minyak lobak. Sementara Rusia dan sekutunya Belarusia menyumbang lebih dari 40 persen ekspor global nutrisi tanaman kalium karbonat. []