Olahraga

Rusak Ring Basket, Pemain Impor CLS Knights Kapok Lakukan Dunk

Rusak Ring Basket, Pemain Impor CLS Knights Kapok Lakukan Dunk
Pemain impor CLS asal Amerika Serikat, Brian Williams ( Media Officer CLS Knights Surabaya)

AKURAT.CO, Keseriusan tim CLS Knights Indonesia dalam mempersiapkan timnya untuk berlaga di ajang ASEAN Basketball League (ABL) musim 2017-2018, terlihat dari begitu seringnya mereka dalam latihan di lapangan GOR CLS Dharmahusada. Berbagai latihan berat yang telah di programkan pelatih kepala, Koko Heru Setyo Nugroho, menjadi menu keseharian yang harus dilahap oleh Mario Wuysang dan kawan-kawan.

Selama masa persiapan tim banyak cerita unik yang menjadi kenangan bagi para pemain. Salah satunya bagi Brian Williams, center impor CLS asal Amerika Serikat. Pemain bertinggi badan 208 dan berbobot 125 kg tersebut tak akan pernah melupakan kejadian beberapa hari silam saat sesi latihan tim, satu aksi power dunknya “merusak” salah satu ring GOR Dharmahusada.

“Mungkin saat itu ia terlalu bersemangat melakukan dunk, sehingga membuat ring bergeser 10 cm kebelakang, bahkan ringnya sampai bengkok hingga terpaksa harus kita las. Untuk menggeser posisi ring kembali kedepan sedikitnya membutuhan tenaga sampai sepuluh orang. Setelah kejadian tersebut ia mengaku kapok untuk melakukan dunk lagi. Tapi tenang saja, saya pasti tidak akan potong gajinya,”canda Christopher Tanuwidjaja, pemilik CLS Knights Surabaya, sebagaimana keterangan pers yang diterima AKURAT.CO, Sabtu (28/10).

baca juga:

Brian Williams merupakan salah satu pemain asing yang sudah punya pengalaman berlaga di ABL bersama tim sebelumnya yang pernah ia perkuat, yakni San Miguel Beermen (juara tahun 2013) dan Westporst Malaysia Dragons. Pada ABL musim ini ia akan bermain dengan rekan sejawatnya di Universitas Tennesse, Duke Crews yang sudah menjadi idola bagi para pendukung CLS Knights.

Kesan dan harapan positif juga diutarakan oleh Christopher mengenai Brian Williams. Pebasket yang juga pernah merasakan liga basket di Republik Dominika itu (bersama tim Titanes Licey), diharapkan bisa memberikan dampak yang baik buat tim secara keseluruhan.

“Ia (dan juga para pemain asing lainnya) tidak banyak menuntut dan sejauh ini selalu bersikap profesional dan bisa berbaur dengan tim. Mungkin adaptasi cuaca panas saja yang menjadi kendala. Setiap break latihan ia segera mencari kipas angin di sudut lapangan,” ujar Christopher.[]