Ekonomi

Rupiah Stagnan tapi Berpotensi Melemah


Rupiah Stagnan tapi Berpotensi Melemah
Petugas menghitung uang pecahan dolar di penukaran uang PT Masayu Agung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot mengalami pelemahan. Hingga sore hari ini nilai rupiah tercatat di Rp15.890. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi (1/4/2020) stagnan di Rp16.310 di pasar spot. Sementara itu, rupiah melemah 0,28% atau 46 poin Rp16.413 di pasar Bank Indonesia (BI).

Informasi dari Google pun mengungkapkan rupiah di Rp16.540. Meski demikian, Google tidak bertanggunlg jawab terhadap verifikasi angka itu.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah masih bisa tertekan akibat wabah virus Corona. Namun, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan stimulus untuk mengurangi kesulitan masyarakat lapisan bawah menjadi sentimen positif pasar.

"Harga aset berisiko masih mendapatkan tekanan dari peningkatan penyebaran virus corona di dunia. Indeks saham AS ditutup melemah semalam karena kenaikan signifikan 14% positif corona di New York dalam satu hari. Indeks saham Asia juga bergerak melemah pagi ini," kata Ariston.

“Ini akan memberikan sentimen negatif ke rupiah hari ini,” tegasnya.

Namun, katanya, pengumuman Presiden Jokowi mengenai PSBB dan stimulus bagi masyarakat lapisan bawah untuk mengurangi dampak negatif penurunan ekonomi akibat corona, harusnya bisa sedikit memberikan sentimen positif ke pasar keuangan.

Untuk itu, ia memprediksi nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar AS akan berkisar Rp16.250-Rp16.400.

Direktur riset Centre of Reform on the Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam menilai rupiah berpotensi melemah karena kepanikan pasar pada wabah Corona.

"Kalau merujuk ke transaksi domestic NDF rupiah hari ini masih akan melemah. Nampaknya  perppu tentang stimulus yang dikeluarkan pemerintah tidak mampu mengubah sentimen pasar. Pasar tetap negatif ditengah kepanikan wabah corona," kata Piter kepada Akurat.co.

Namun, menurut Piter, sentimen pasar sesungguhnya masih negatif karena belum ada berita baik yang bisa mengubah sentimen pasar menjadi positif.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co