Ekonomi

Rupiah Mampu Pertahankan Nilainya Berkat Pidato Trump


Rupiah Mampu Pertahankan Nilainya Berkat Pidato Trump
Petugas menghitung uang pecahan dolar di penukaran uang PT Masayu Agung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot mengalami pelemahan. Hingga sore hari ini nilai rupiah tercatat di Rp15.890. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (9/4/2020) stagnan di Rp16.175 di pasar spot. Sementara itu, rupiah menguat tipis 0,02% atau 4 poin Rp16.241 di pasar Bank Indonesia (BI).

Informasi dari Google pun mengungkapkan rupiah di Rp16.147. Meski demikian, Google tidak bertanggunlg jawab terhadap verifikasi angka itu.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai rupiah pada pasar spot dibuka stagnan karena pidato Presiden AS Donald Trump, yang optimis pada kebangkitan pertumbuhan ekonominya di tengah semakin meningkatnya wabah Corona.

"Sentimen yang membayangi pasar keuangan hari ini kemungkinan akan beragam antara positif dan negatif," kata Ariston kepada Akurat.co.

Sentimen positif datang dari penguatan pasar saham AS semalam karena respon pasar terhadap pidato Trump yang optimis ekonomi AS bisa bangkit lagi setelah masa puncak wabah berlalu dan kemungkinan rilis stimulus tambahan pemerintah AS.

Sementara sentimen negatif datang dari angka penyebaran wabah global yang semakin meningkat yang belum bisa dikatakan sudah mencapai puncaknya dan kemungkinan memburuknya data-data ekonomi akibat wabah.

“Rupiah bisa dibuka menguat mengikuti sentimen positif pagi ini, tapi potensi pelemahan lanjutan masih terbuka,” katanya.

Untuk itu, ia memprediksi nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar AS akan berkisar Rp16.150-Rp16.350.[]