Rahmah

Rumah Pertama yang Disinggahi Rasulullah saat Hijrah ke Madinah

Nabi menempuh perjalanan yang mengarungi lautan dan pasir selama kurang lebih 10 hari.


Rumah Pertama yang Disinggahi Rasulullah saat Hijrah ke Madinah
Ilustrasi perjalanan hijrah (mawdoo3.com)

AKURAT.CO Perjalanan hijrah Rasulullah ke Madinah bukanlah sesuatu yang mudah. Dengan cara sambunyi-sembunyi beliau menempuh perjalanan yang mengarungi lautan dan pasir selama kurang lebih 10 hari. Ketika siang sinar matahari sangat terik, sementara saat malam tiba jalanan gelap gulita.

Nabi sengaja memilih jalur yang tidak biasa dilalui agar tidak dipergoki oleh orang-orang Quraisy yang sedang memburonnya.

Begitu sampai di Madinah (saat itu masih bernama Yatsrib), Rasulullah langsung disambut orang-orang Anshar yang sejak dulu menanti kedatangan beliau. Dengan dipenuhi semangat dan cinta, mereka berbaris panjang sedari pagi.

baca juga:

Begitu Rasulullah tiba di perkampungan Bani Salim bin Auf, mereka menghampiri beliau. Hal ini mengakibatkan jalan unta Rasulullah terhalang.

Sambil memegangi tali kekang unta Rasul, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, tinggallah bersama kami. Jumlah kami banyak, perbekalan melimpah, dan kami kuat untuk melindungimu.”

Rasulullah menjawab, “Biarkan saja unta ini berjalan. Sesungguhnya dia tengah diperintah (di tempat mana harus berhenti).” Unta itu lewat di tempat Bani Bayadhah, lalu Bani Sa’idah, kemudian perkampungan Bani al-Harits bin al-Khazraj, berikutnya Bani Adi bin an-Najjar.

Setiap unta yang Rasulullah tunggangi melewati perkampungan ini, penduduknya memegangi tali kekang unta berharap mau berhenti di tempat tersebut dan sangat menginginkan agar Nabi bisa singgah di rumah mereka.

Sambil tersenyum dan berterima kasih, Nabi mengulangi ucapannya, “Biarkan saja unta ini berjalan. Sesungguhnya dia tengah diperintah (di tempat mana harus berhenti).” Lalu beliau berdoa, “Ya Allah pilihkan (tempat berhenti) untukku. Ya Allah pilihkan untukku.”

Ketika tiba di perkampungan Bani Malik bin an-Najjar, unta itu pun berhenti. Kemudian ia berdiri lagi dan memutari daerah itu. Kemudian berhenti di tempat pertamanya tadi. Nabi pun tinggal di sana.

Sumber: Kisahmuslim.com