News

Rumah Menhan Afganistan Dibom dan Diserang Kelompok Bersenjata, 8 Orang Meninggal

Menteri Pertahanan Afganistan Bismillah Khan Mohammadi tidak berada di rumah ketika gerilyawan meledakkan sebuah bom mobil dan memberondong tembakan.


Rumah Menhan Afganistan Dibom dan Diserang Kelompok Bersenjata, 8 Orang Meninggal
Pertempuran sengit antara Taliban dan pasukan pemerintah terus berlanjut di Afganistan usai pasukan asing ditarik. (Foto: BBC) ()

AKURAT.CO, Rumah Menteri Pertahanan Afganistan Bismillah Khan Mohammadi menjadi sasaran serangan bom dan kelompok bersenjata pada Selasa (3/8).

Dilansir dari BBC, Mohammadi tidak berada di rumah ketika gerilyawan meledakkan sebuah bom mobil dan memberondong tembakan di dekat Zona Hijau yang dijaga ketat di Kabul. Untungnya, keluarganya berhasil dievakuasi dengan aman.

Menurut otoritas keamanan 4 orang tewas dalam serangan tersebut. Sementara itu, badan relawan medis Italia membenarkan 11 orang terluka dan telah dibawa ke fasilitasnya di Kabul, bersama jasad 4 korban tewas. Laporan itu pun mengatakan bahwa 4 penyerang juga tewas.

"Jangan khawatir, semuanya baik-baik saja!" twit Mohammadi usai serangan tersebut.

Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), serangan ini memiliki semua 'ciri' serangan Taliban.

Beberapa jam setelah serangan, massa di Kabul turun ke jalan dan naik ke atap bangunan untuk meneriakkan Allahu Akbar menentang serangan Taliban. Aksi serupa juga terekam pada Senin (2/8) di Herat yang juga dirundung pertempuran sengit dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Makin Beringas! Taliban Kini Kuasai Setengah dari Seluruh Distrik Afghanistan

Sementara itu, pertempuran sengit antara militan dan pasukan pemerintah terus berlanjut di Provinsi Helmand. Menurut PBB pada Selasa (3/8), sedikitnya 40 warga sipil tewas di Lashkar Gah pada hari terakhir.

"Ada mayat di jalan. Kami tak tahu apakah mereka warga sipil atau Taliban. Puluhan keluarga telah meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di dekat sungai Helmand," ungkap seorang warga yang tak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Tentara Afganistan mendesak warga sipil untuk meninggalkan kota itu menjelang serangan besar-besaran terhadap Taliban. Pertempuran lantas berlanjut selama berhari-hari dan militan kini dilaporkan menguasai sebagian besar distrik.

PBB dan organisasi lainnya sontak memperingatkan krisis kemanusiaan yang memburuk.

Menguasai Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand, akan menjadi nilai simbolis yang sangat besar bagi para pemberontak saat mereka melanjutkan kemajuan pesatnya usai penarikan pasukan asing. Helmand merupakan pusat operasi militer AS dan Inggris.

Pada akhir pekan, Kepala Dewan Provinsi Helmand Attaullah Afghan mengakui pertempuran telah lepas dari kendalinya.

Taliban membuat kemajuan lagi pekan ini, meski ditargetkan oleh pesawat tempur Afganistan dan AS. Ada laporan bahwa pejuang Taliban telah mengambil posisi di dalam rumah, toko, dan pasar. Masyarakat pun terjebak di rumah mereka saat pertempuran berlangsung di jalanan.

Para militan biasanya memperingatkan orang-orang melalui pelantang suara untuk pergi. Namun, terkadang mereka langsung menyerbu rumah. Akibatnya, warga setempat hanya punya beberapa menit untuk melarikan diri atau berisiko terjebak dalam baku tembak karena rumah mereka menjadi bagian dari medan perang.

Di wilayah lain di selatan, Taliban berusaha merebut Kandahar, bekas benteng mereka. Bentrokan juga meningkat di kota barat Herat.[]