News

Rumah Bordil di Austria Tawarkan 'Layanan Gratis' untuk Warga yang Mau Divaksin Covid-19

Rumah Bordil di Austria Tawarkan 'Layanan Gratis' untuk Warga yang Mau Divaksin Covid-19


Rumah Bordil di Austria Tawarkan 'Layanan Gratis' untuk Warga yang Mau Divaksin Covid-19
Gambar hanya untuk ilustrasi ( Shutterstock via News18)

AKURAT.CO, Kampanye vaksinasi Covid-19 tak biasa dilakukan oleh sebuah rumah bordil di Austria. Dilaporkan, demi membantu mendongkrak tingkat imunisasi Covid-19, rumah bordil ini bersedia menyediakan 'layanan gratis' bagi setiap pelanggan yang mau divaksin langsung di lokasi. 

Seperti diwartakan Daily Mail hingga Insider, rumah bordil yang menawarkan program vaksinasi unik itu adalah FunPalast di Wina. Rumah bordil itu meluncurkan promosi proyek vaksinasinya mulai Senin, 1 November lalu.

Hari itu, vaksinasi dilaporkan berlangsung dari pukul 4 sore hingga 10 malam. Menurut Daily Beast, program ini rencananya akan terus berlanjut dan dilakukan setiap Senin pada jam yang sama selama sisa bulan November. 

Rumah Bordil di Austria Tawarkan Layanan Gratis untuk Warga yang Mau Divaksin Covid-19 - Foto 1
 DailyMail
Rumah Bordil di Austria Tawarkan Layanan Gratis untuk Warga yang Mau Divaksin Covid-19 - Foto 3
 Wikicommons/Gustav Klimt Denkmal via DailyMail

Dalam prosesnya, klub sauna plus-plus' itu mendirikan sebuah klinik di mana para pelanggan bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Kemudian, para pelanggan yang sudah divaksin akan diberikan voucher senilai 40 Euro (Rp650 ribu) atau 'sesi gratis selama 30 menit' dengan wanita pilihan mereka. 

Anak laki-laki berusia 14 tahun juga dilaporkan mendapatkan izin untuk mengakses klinik ini. Namun, dengan syarat, bahwa mereka harus didampingi oleh orang dewasa. 

Selain pria, kaum hawa turut didorong untuk mengunjungi FunPalast dan mendapatkan vaksin. Aturan ini diterapkan demi mematuhi undang-undang kesetaraan di Austria.

FunPalast mengonfirmasi bahwa proyek itu adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan pendapatan yang turun karena tingkat vaksinasi Covid-19 yang rendah di Austria. FunPalast pun mengaku mengalami penurunan jumlah pelanggan hingga 50 persen sejak pandemi.

"Karena pandemi, kami telah mencatat penurunan sebanyak 50 persen (pada jumlah klien). Dengan inisiatif ini, kami berharap jumlah pelanggan akan meningkat lagi," kata FunPalast saat mengumumkan proyek klinik vaksinasinya. 

Tingkat vaksinasi di Austria memang terbilang lambat, dan bahkan menjadi salah satu yang terburuk di Eropa Barat. Tercatat hingga kini, warga yang mendapatkan dosis penuh hanya mencapai sekitar 65 persen populasi. 

Sementara itu, pemerintah telah berusaha keras menetapkan aturan ketat 2G yang melarang warga yang belum divaksin untuk masuk ke tempat umum. Dalam pembatasan itu, orang Austria yang 'ogah' divaksin dilarang memasuki restoran, hotel, salon tata rambut, hingga acara-acara publik besar. Kemudian mulai bulan depan, warga Austria juga diharuskan menunjukkan bukti vaksin dosis penuh untuk memasuki restoran, teater, salon rambut, hingga rumah bordil.

Kemudian bagi pelanggan yang melanggar aturan dapat menghadapi denda hingga 500 Euro (Rp8 juta). Sementara, bisnis dapat didenda hingga 30 ribu Euro (Rp487 juta).

Dilaporkan AP News, aturan pembatasan itu mulai diterapkan pada Senin (8/11) dan berlaku di seluruh negeri. Langkah itu adalah tanggapan pemerintah Austria terhadap tingkat infeksi yang meningkat pesat, yang pada Senin lalu mencapai 635 kasus baru per 100 ribu penduduk. Kenaikan itu terjadi selama tujuh hari terakhir, dan angkanya mencapai lebih dari tiga kali lipat dibanding negara tetangganya, Jerman.

Pemerintah Austria juga telah menegaskan bahwa, jika situasinya terus memburuk, pembatasan lebih ketat akan diberlakukan untuk warga yang masih tidak mau divaksin. []