News

Ruhut: Yang Fitnah dan Sebar Hoax Terhadap Pemerintah RI Soal Haji Harus Ditindak Secara Hukum

Ruhut Sitompul menyindir pihak-pihak yang dianggapnya telah memfitnah pemerintah terkait pembatalan haji.


Ruhut: Yang Fitnah dan Sebar Hoax Terhadap Pemerintah RI Soal Haji Harus Ditindak Secara Hukum
Ruhut Sitompul menyindir program Ok Oce lewat video yang dibagikan ke Youtube. (Screencapture/Youtube: Ruhut P Sitompul)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ruhut Sitompul menyindir pihak-pihak yang dianggapnya telah memfitnah pemerintah terkait pembatalan haji.

Di mana, saat ini resmi Kerajaan Arab Saudi mengumumkan hanya jamaah lokal yang boleh melaksanakan haji.

Ruhut menyarankan bahwa pihak yang telah menyebarkan berita bohong atau hoaks serta yang memfitnah layak ditindak secara hukum.

"Pemerintahan Arab Saudi hari ini mengumumkan Ibadah Haji hanya 60.000 Jamaah untuk Warga Negaranya Keluarga Kerajaan dan WNA yang berada di Arab Saudi, jadi baik Barisan Sakit Hati, Kadrun-kadrun yang sudah melakukan fitnah dan hoax terhadap Pemerintah RI harus ditindak secara hukum," ujar Ruhut sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @ruhutsitompul pada Minggu (13/6/2021).

Selain itu, ada mantan Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi juga menyenggol pihak yang menyalahkan dirinya karena membela pemerintah Indonesia soal haji.

"Dengan adanya pernyataan Arab saudi ini, jelas sudah ya, semua akal-akalan dan ketidakbecusan mereka hingga menyudutkan Indonesia sudah terbukti. Kemarin yang menyalahkan gue, menyalahkan parlemen dan menyalahkan pemerintah, mana suaranya?" tulis @TeddyGusnaidi.

Sebagaimana diketahui, kerajaan Arab Saudi akhirnya mengumumkan secara resmi terkait pelaksanaan haji 2021. Keputusannya, jamaah lokal yang boleh melaksanakan haji. Artinya calon jamaah haji asal Indonesia tidak dibolehkan.

Pengumuman tersebut bisa dilihat lewat akun Twitter haji dan umroh @HajMinistry. Keputusan ini seperti pelaksanaan haji pada 2020.

"Melihat perkembangan pandemi #Coronavirus (Covid 19) yang terus berlanjut dan munculnya mutasi baru di dalamnya, maka pendaftaran haji 1442 Hijriah akan dibatasi hanya untuk warga dan warga dari dalam negeri. Kerajaan saja," tulis @HajMinistry.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengumumkan bahwa pelaksanaan haji tahun ini akan diikuti 60.000 jamaah dengan usia 18 sampai 65 tahun.[]