News

Ruhut: Tuhan Pengikut Setia-Mu Memohon Jangan Tinggalkan Kami Hadapi Virus Corona


Ruhut: Tuhan Pengikut Setia-Mu Memohon Jangan Tinggalkan Kami Hadapi Virus Corona
Politikus Ruhut Sitompul (Screenshot/Youtube/Ruhut P Sitompul)

AKURAT.CO, Pada Kamis (9/7/2020) tercatat terjadi penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 2.657 orang. Dengan demikian, totalnya menjadi 70.736 orang. Pasien sembuh tercatat 32.651 orang setelah ada penambahan 1.066 orang. Sedangkan untuk kasus meninggal menjadi 3.417 orang dengan penambahan 58 orang.

Artinya, negeri ini masih jauh dari kata aman dari penularan COVID-19.

Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul melalui akun Twitter @ruhutsitompul yang dikutip AKURAT.CO berkali-kali mengajak masyarakat untuk menyadari kondisi tersebut. Dia meminta semua anggota masyarakat memiliki pemikiran yang sama dalam usaha memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

baca juga:

"Tuhan pengikut setiaMu memohon jangan tinggalkan kami menghadapi virus corona, hari ini yang positif super rekor 2.657. Tolong dong kita semua rakyat Indonesia tercinta harus sepaham, sejalan mendukung Gugus Tugas COVID-19 tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan," kata Ruhut.

Ruhut Sitompul mengingatkan supaya masyarakat tidak lengah menjalani kehidupan sehari-hari di tengah pandemi COVID-19.

Warga dia harapkan tetap hidup disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus karena jumlah kasus yang tedeteksi di berbagai daerah masih banyak.

"Ingat ya di era virus corona kita jangan sok pintar seperti contoh cuplikan ini. Patuhi saja Gugus Tugas COVID-19 hari Kamis yang positif rekor 1.624 kemarin turun 1.301, eh hari ini naik lagi 1.447. Aku mohon tetap laksanakan protokol Kesehatan dengan disiplin dan tetap waspada," kata Ruhut melalui akun Twitter @ruhutsitompul.

Akumulasi data yang diumumkan hari Kamis diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 23.832 pada hari sebelumnya, Rabu (8/7/2020), dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 992.069 kasus. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction  di 161 laboratorium, Test Cepat Melokuler  di 115 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 292 lab.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 12.554 dan jumlah yang akumulatifnya adalah 588.080. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 2.657 dan negatif 9.897 sehingga secara akumulasi menjadi positif 70.736 dan negatif 517.344.

"Kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.657, sehingga kasus ini akumulasinya sekarang menjadi 70.736 orang” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi.

Menurut Achmad Yurianto angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

"Kita mendapatkan tambahan yang cukup banyak dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 962 kasus dan dilaporkan 27 orang sembuh di Jawa Barat, kemudian Jawa Timur 517 kasus baru dengan 263 sembuh. DKI Jakarta 284 orang (terkonfirmasi positif) dengan 221 orang sembuh," kata Achmad Yurianto.

"Kemudian Sulawesi Selatan 130 kasus baru dengan 189 sembuh. Sulawesi Utara 126 kasus baru dengan 27 sembuh. Kalimantan Tengah 120 kasus dengan 30 sembuh. Kalimantan, ulangi tadi, Jawa Tengah 120 kasus baru dengan 30 sembuh. Kalimantan Selatan 108 kasus baru dengan 23 sembuh. Sumatera Utara 108 kasus dengan 11 sembuh," dia menambahkan.

Sementara itu, data provinsi lima besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 15.484, Jakarta 13.488, Sulawesi Selatan 6.488, Jawa Tengah 5.203 dan Jawa Barat 4.843.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 8.645 disusul Jawa Timur sebanyak 5.582, Sulawesi Selatan 2.446, Jawa Barat 1.811, Jawa Tengah 1.717 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 32.651 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis. []