Ekonomi

Rugikan Petani, Penolakan Impor Beras Makin Keras


Rugikan Petani, Penolakan Impor Beras Makin Keras
Para pekerja saat mengangkut beras lokal kualitas super dari dalam truk untuk dinaikan kedalam kapal pinisi yang didistribusikan ke Bangka Belitung di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/9/2018). Pemerintah melalui kementrian perdagangan telah mengeluarkan tiga kali izin impor beras dari Thailand kepada Bulog. Pertama pada bulan Januari sebanyak 500 ribu ton, kemudian fase kedua 500 ribu dan saat ini sebanyak 1 juta ton. Sehingga, total izin impor yang telah dikeluarkan Kemendag be (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin memastikan tidak akan ada impor beras tahun ini karena akan merugikan produksi petani.

"Kami menolak keras untuk impor beras," kata Hasan, saat kunker di Manado, seperti diberitakan Antara, Sabtu (10/4/2021).

Hasan mengatakan Komisi IV DPR RI menolak kebijakan impor beras sebesar satu juta ton dan meminta pemerintah melalui Perum Bulog untuk memprioritaskan penyerapan beras dalam negeri. Apalagi,  saat ini memasuki masa panen raya di periode Maret-April 2021.

Dengan adanya isu impor beras tersebut bisa merugikan petani lokal, apalagi saat ini mengalami penurunan akibat adanya itu tersebut.

Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI juga meminta kepada pemerintah agar memberikan kewenangan yang seimbang antara menyerap gabah petani dan penugasan penyaluran pada Perum Bulog dalam melaksanakan penugasan pengadaan dan penyaluran komoditas pangan strategis nasional.

Stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 1,1 juta ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dan stok beras komersial. Stok tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan penjualan, Program KPSA, dan tanggap darurat bencana sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menegaskan bahwa beras impor belum masuk ke Indonesia.

"Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia," kata Presiden Jokowi dalam tayanan YouTube Sekretariat Presiden beberapa waktu lalu.

"Kita tahu sudah hampir tiga tahun ini kita tidak mengimpor beras," lanjut Presiden.

Presiden Jokowi mengakui memang ada kesepakatan dengan Thailand dan Vietnam terkait impor beras. 

"Itu hanya untuk berjaga-jaga mengingat situasi pandemi yang penuh ketidakpastian. Saya tegaskan sekali lagi berasnya belum masuk," terangnya. 

Kepala Negara juga memastikan beras petani akan diserap oleh Bulog dan akan memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk membantu terkait anggarannya. 

"Saya tahu kita sedang memasuki masa panen dan harga beras di tingkat petani belum sesuai yang diharapkan, oleh sebab itu saya minta segera perdebatan yang berkaitan dengan impor beras, ini malah justru bisa membuat harga jual gabah di tingkat petani turun atau anjlok," tegasnya.[]

Sumber:

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu