News

Rugikan Negara Rp5,3 Miliar, Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Pengadaan Listrik Bandara Hang Nadim

Agus Mulyana selaku Direktur Utama CV. Indhiang Kuring telah melakukan tindak pidana korupsi


Rugikan Negara Rp5,3 Miliar, Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Pengadaan Listrik Bandara Hang Nadim
Agus Mulyana saat diamankan (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Pelarian Agus Mulyana dari kejaran aparat penegak hukum selama empat tahun berakhir. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung menangkap Buronan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadaan Listrik di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau tahun 2011-2012 di kawasan Jakarta Utara.

"Terpidana atas nama Agus Mulyana ( 52) diamankan Tim Tabur Kejaksaan Agung di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, pada Selasa 26 Oktober 2021 pukul 10:35 WIB," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Rabu ( 27/10/2021).

Leo menjelaskan terpidana yang merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam diduga mengakibatkan kerugian uang negara sebesar Rp5,3 miliar.

"Terpidana Agus Mulyana selaku Direktur Utama CV. Indhiang Kuring telah melakukan tindak pidana korupsi pengadaan listrik di Bandara Hang Nadim Batam Kepulauan Riau dan akibat perbuatan terpidana, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp5,3 miliar dari total anggaran Rp10 miliar," ujarnya.

Leo mengungkapkan penangkapan terpidana berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor: 2/Pid.Sus-TPK/2017/PN Tpg tanggal 03 November 2017. Terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Oleh karenanya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp150 juta dengan ketentuan jika denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3  bulan.

Sebelum dinyatakan buron, terpidana Agus Mulyana ketika dipanggil oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Namun terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut.

"Kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) hingga akhirnya terpidana diciduk oleh  tim Tabur Kejaksaan di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara," kata Leo.

Untuk selanjutnya terpidana akan dibawa ke Batam pada hari ini Selasa 26 Oktober 2021 dengan menggunakan pesawat guna dilaksanakan eksekusi oleh Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Batam.

Melalui program Tabur, Kapuspenkum Kejagung menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

"Ingat, tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," kata Leo. []