Ekonomi

Rugi Rp500 Triliun dalam Dua Hari, ini 5 Fakta Menarik Biliuner Bill Hwang

Bill Hwang harus rela kehilangan Rp291,3 triliun hanya dalam dua hari


Rugi Rp500 Triliun dalam Dua Hari, ini 5 Fakta Menarik Biliuner Bill Hwang
Profil Bill Hwang (institutionalinvestor.com)

AKURAT.CO, Di tengah laju ekonomi yang belum stabil saat ini tak heran jika beberapa orang bisa mengalami kerugian dalam nilai besar dalam waktu yang begitu singkat. Terbaru, biliuner keturunan Korea asal Amerika Serikat, Bill Hwang harus rela kehilangan Rp291,3 triliun hanya dalam dua hari.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait Bill Hwang.

1. Dimulai dari perusahaan sekuritas

Karier keuangan Bill dimulai ketika dirinya bekerja di perusahaan sekuritas yang sekarang telah ditutup, Sekuritas Peregrine+Hyundai. Ketika bekerja di sana, ia bertemu dengan Julian Robertson, salah satu investor di Wall Street yang begitu populer. Bahkan akhirnya, Bill bekerja di perusahaan dana lindung nilai atau hedge fund milik Robertson, Tiger Management.

2. Mendapat modal hingga jadi paling sukses

Menjelang masa pensiunnya, Robertson memilih untuk menutup Tiger Management pada tahun 2000 dan memberikan modal senilai USD 25 juta (Rp366,2 miliar) pada Bill untuk mendirikan perusahaan hedge fund-nya tersendiri, yang kemudian diberi nama Tiger Asia Management. Hingga akhirnya, perusahaan ini mampu mengelola dana dengan total mencapai USD 5 miliar. Bill juga termasuk murid Robertson yang perkumpulannya dinamakan sebagai Tiger Cubs yang paling sukses.

3. Dirikan perusahaan keluarga hingga berinvestasi di sejumlah perusahaan

Pada tahun 2013, Bill memilih untuk mengubah perusahaan hedge fund-nya, Tiger Asia, ke perusahaan keluarga, Archegos Capital Management dengan nilai kelola mencapai USD 10 miliar (Rp146,48 triliun). Dana ini digunakan untuk investasi di sejumlah brand besar mulai dari Expedia, LinkedIn, Netflix, Baidu, hingga Discovery. Maka tak heran jika ia mampu mengubah modal USD 200 juta (Rp2,92 trilun) menjadi USD 20 miliar (Rp292,96 triliun).

4. Investasi mulai anjlok

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu