News

Rudal Patriot AS Gagal Cegat Roket Houthi di Arab Saudi


Rudal Patriot AS Gagal Cegat Roket Houthi di Arab Saudi
Rudal Patriot buatan AS (AFP/JANEK SKARZYNSKI)

AKURAT.CO, Saat pemberontak Houthi meluncurkan roket dari Yaman ke ibu kota Arab Saudi bulan lalu, pejabat Riyadh mengaku militer dapat mencegat dan menghancurkan roket itu.

Meski demikian, analisis yang terbit di New York Times pada Senin (4/12) menyatakan para pakar senjata dan tim riset telah memeriksa bukti foto dan video. Mereka menemukan bahwa Saudi mungkin meleset saat menembak roket itu dengan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS).

Serangan 4 November itu merupakan roket pertama Houthi yang ditembakkan ke jantung ibu kota Saudi. Aksi itu menegaskan ancaman dari konflik di Yaman.

Saat roket Houthi terbang di atas Riyadh, beberapa rudal pencegat Patriot melesat ke udara mengejar roket itu.

Beberapa saat kemudian, bagian besar roket jatuh ke tanah dan para pejabat menyatakan itu bukti kesuksesan pencegatan.

Tapi dalam saat hampir bersamaan, ledakan besar terdengar dekat bandara Riyadh yang menjadi target serangan.

The Times dan para peneliti, sebagian besar dari Middlebury Institute of International Studies, Monterey, California, menyatakan beberapa bagian roket yang dikumpulkan pejabat Saudi merupakan bagian belakang roket yang diyakini model Scud. Itu artinya sistem tameng rudal Patriot mungkin tidak berfungsi.

Menurut Times, roket Scud didesain untuk memecah jadi dua bagian saat mendekati akhir perjalanan 965 km dari Yaman.

Mesin roket dan tabungnya didesain membawa hulu ledak selama penerbangan sehingga bagian lebih kecil yakni hulu ledak dapat menyelesaikan perjalanan menuju target.

The Times menyatakan bukti menunjukkan rudal Patriot meleset dan hanya mengenai bagian belakang missil Yaman setelah bagian hulu ledak terlepas menuju target.

"Pemerintah berbohong tentang efektivitas sistem itu. Atau mereka dapat informasi salah," ungkap Jeffrey Lewis, analis yang memimpin tim riset.

"Dan itu harus membuat kita takut," papar Lewis.

Pentagon menolak berkomentar saat ditanya Times. Pentagon meminta pertanyaan itu diajukan pada Saudi.

Efektivitas sistem tameng rudal AS juga dipertanyakan seiring ancaman rudal dari Korea Utara. []

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu