News

Ruang Isolasi RSD Wisma Atlet Terancam Kolaps, Menkes Sulap Dua Rusun Berkapasitas 7 Ribu Ruangan

Budi Gunadi Sadikin mengklaim telah menyiapkan tambahan 7 ribu tempat isolasi baru untuk pasien Covid-19


Ruang Isolasi RSD Wisma Atlet Terancam Kolaps, Menkes Sulap Dua Rusun Berkapasitas 7 Ribu Ruangan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan vaksin massal bagi tenaga kesehatan di Istora Senayan, Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim telah menyiapkan tambahan 7 ribu tempat isolasi baru untuk pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan yang bergejala sedang. Tempat isolasi itu berada di Rumah Susun (Rusun) Nagreg, Jakarta Utara dan Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan. 

Di Rusun Nagrek, pihaknya menyiapkan empat ribu unit kamar isolasi. Sementara di Rusun Pasar Rumput, Kemenkes menyiapkan tiga ribu unit kamar. Dua Rusun itu, kata dia, telah disulap menjadi RS Darurat seperti layaknya RS Wisma Atlet di Kemayoran. Disulapnya dua rusun itu dilakukan karena RSD Wisma Atlet tak lagi cukup untuk menampung pasien. 

"Kita tahu bahwa Wisma Atlet yang tadinya 5.594 unit isolasi, sudah kita naikan sampai level 7 ribu. Tapi kemudian karena kasus konfirmasi naik terus, itupun juga semakin hari semakin penuh. Jadi kami sudah menambah dua tempat isolasi baru. Satu di Rusun Pasar Rumput, satu di Rusun Nagrek," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/6/2021). 

Jadi, kata dia, penambahan itu setara dua kali lipat daripada jumlah unit untuk isolasi di RS Wisma Atlet. Rencananya, pasien OTG dan bergejala ringan yang saat ini menempati RS Wisma Atlet bakal dipindah ke dua rusun itu. 

"Rencananya kami memindahkan OTG dan pasien bergejala ringan ke Rusun Nagreg dan Rusun Pasar Rumput. Sehingga Wisma Atlet bisa kita arahkan untuk menangani pasien yang bergejala sedang. Sedangkan yang bergejala berat tetap kita arahkan ke RS," katanya. 

Dengan cara itu, dia berharap kapasitas layanan di Wisma Atlet tercukupi. Khususnya yang terkait dengan ketersediaan ruangan isolasi untuk pasien Covid-19 bergejala sedang. Sementara, untuk ketersediaan oksigen, dia menjamin tercukupi. 

Dia klaim telah menjalin kerjasama dengan suplier oksigen tanah air untuk mengalokasikan oksigen secara maksimal ke RS. Para suplier, kata dia, telah berkomitmen untuk mendahulukan kepentingan pemerintah. Dalam hal ini untuk kebutuhan RS. 

"Soal isu oksigen. Kami bisa sampaikan di sini, oksigen yang ada itu cukup. Kita (di Indonesia) memiliki kapasitas produksi oksigen di Indonesia itu sebagian besar untuk industri. 75 persen untuk industri. Hanya 25 persen yang untuk medis. Nah kami sudah mendapatkan komitmen daripada suplier-suplier oksigen ini bahwa mereka bisa mengalihkan yang oksigen industri ke oksigen medis," ujar Budi.[]