News

RS Penuh, Anies Akui Banyak Pasien COVID-19 Dirawat di Lobi  hingga Tenda Darurat

Sejumlah RS di DKI dinyatakan penuh sehingga pasien COVID-19 di tampung di lobi dan tenda-tenda di sekitar rumah sakit


RS Penuh, Anies Akui Banyak Pasien COVID-19 Dirawat di Lobi  hingga Tenda Darurat
Pasien COVID-19 berada di tenda darutat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Kamis (24/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota sudah penuh sejak Kamis (25/6/2021) kemarin. Akibatnya, sejumlah pasien corona di rawat di luar ruangan dengan memanfaatkan lobi rumah sakit.

Kondisi genting ini terjadi karena ledakan kasus COVID-19  tak  kunjung mereda, bahkan kasus harian masih berkisar 3.000 hingga 7.000 kasus dalam sehari.

“Beberapa RS kita sudah penuh, bahkan lobinya difungsikan sebagai tempat rawat inap," kata Anies melalui siaran persnya, Jumat (25/6/2021)

Rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta berjumlah 140 dengan kapasitas tempat tidur lebih dari 9.000 dan lebih dari 1.000 tempat tidur di ruang ICU. Namun jumlah fasilitas kesehatan ini tidak seimbang dengan lonjakan kasus yang terjadi. Selain lobi rumah sakit, Pemprov DKI Jakarta menampung pasien corona di tenda - tenda yang di dirikan di sekitar rumah sakit.

"Maka, kami siapkan tenda-tenda di RSUD,” ucapnya

Mantan Menteri Pendidiakan dan Kebudayaan ini tidak merinci Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) mana saja yang sudah penuh. Namun yang  jelas ada 13 RSUD di  Jakarta saat ini seluruhnya difungsikan untuk pasien corona.

“Dari 32 RSUD, ada 13 yang menjadi RS khusus COVID-19, seperti di RSUD Kramat Jati. Lalu, 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk COVID-19 dan 40 persen untuk penyakit lain,” ujarnya.

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menambah lagi rumah sakit rujukan. Meski begitu, Pemprov DKI menambah tempat isolasi bagi pasien corona tanpa gejala dan gejala ringan. Tempat isolasi itu disediakan di rumah susun, gelanggang olahraga remaja, wisma, gedung sekolah  hingga masjid.

Ada beberapa tempat isolasi sudah dibuka, diantaranya rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara; Wisma Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur; dan Wisma Ragunan, Jakarta Selatan.

Tempat isolasi ini tidak menampung pasien corona dengan gejala ringan atau berat, bagi pasien yang bergejala tetap di larikan ke 140 rumah sakit rujukan.[]