Entertainment

Rossa Dikonfirmasi Penuhi Panggilan Polisi Terkait DNA Pro Sore Ini

Rossa sempat mengisi dalam acara DNA Pro


Rossa Dikonfirmasi Penuhi Panggilan Polisi Terkait DNA Pro Sore Ini
Kolase foto memesona Rossa, awet muda banget! (Instagram/itsrossa910)

AKURAT.CO, Penyanyi Rossa dipanggil oleh tim penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sebagai saksi atas kasus robot trading DNA Pro. Rossa akan penuhi panggilan tersebut sore nanti.

"Rossa sudah konfirmasi nanti sore menghadiri pemeriksaan," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Kamis (21/4).

Namun Gatot menambahkan bahwa Yosi Project Pop dan Billy Syahputra tidak jadi diperiksa hari ini. Keduanya meminta penundaan jadwal pemeriksaan.

baca juga:

"Yossi Project Pop penundaan besok jam 01.00 siang. Billy Syahputra penundaan hari Kamis tanggal 28 April 2022," tuturnya.​

Seharusnya Rossa melakukan pemeriksaan pada Senin (18/4). "Rencananya, harusnya hari ini R diperiksa," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko, Senin (18/4).​

Perempuan yang dikabarkan menjalin hubungan dengan Afgansyah Reza tersebut meminta penjadwalan ulang terkait pemeriksaannya.

"Minta dijadwalkan ulang," ucapnya.

Seperti diketahui, kasus investasi bodong robot trading DNA Pro berawal saat para korban membuat laporan ke Bareskrim Polri pada Senin, 28 Maret 2022 lalu. Hingga saat ini, total 12 saksi telah diperiksa penyidik.

Masing-masing saksi berinisial RS, RBK, RK, JG, SR, DN, HW, ES, SA, YH, WN, serta satu orang saksi ahli perdagangan yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan. Adapun kerugian dari para korban sampai saat ini mencapai Rp97 miliar.Sebelumnya, belasan orang melaporkan PT DNA Pro Akademi atas dugaan investasi bodong berkedok robot trading ke Polda Metro Jaya.

Mereka yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Charlie Wijaya mengatakan, dalam kasus ini sebanyak 15 korban mengalami kerugian mencapai Rp7 miliar.

"Hari ini, kami melaporkan kasus dugaan investasi bodong DNA Pro. Laporannya telah diterima melalui saya yang mendapatkan kuasa dari korban atas kerugian Rp7 miliar," ujar Charlie kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (29/3).

Dalam menjalankan aksinya, PT DNA Pro Akademi mengiming-imingi para anggota dengan keuntungan besar. Bahkan, mengumbar janji tak akan mengalami kerugian. Tetapi, pada kenyataannya justru sebaliknya. Para anggotanya selalu mengalami lost atau kekalahan.

"Ya member di dalam ini dan di dalam DNA Pro ini mereka digiurkan oleh withdraw yang tak terhingga, dan yang uniknya di DNA Pro uang di dalam aplikasinya masih utuh tapi tidak bisa di-withdraw atau tidak bisa dicairkan ke rekening masing-masing," papar Charlie.