Rahmah

Romo Magnis: Muhammadiyah dan NU Sama-sama Miliki Islam yang Toleran

Romo Magnis menegaskan bahwa semua masyarakat harus memiliki persatuan dan kesatuan.


Romo Magnis: Muhammadiyah dan NU Sama-sama Miliki Islam yang Toleran
Prof Dr Franz Magnis Suseno (tvMu)

AKURAT.CO  Budayawan Franz Magnis Suseno  menilai selama 76 tahun, Indonesia berhasil mempertahankan keanekaragaman yang sudah dirajut oleh para tokoh pendahulu. Meski akhir-akhir ini sering terjadi benturan, tetapi ia menganggap hanya masalah kecil yang dapat diselesaikan dengan cepat.

"Kita tahu sumpah pemuda dimana pemuda dari pemuda di seluruh Indonesia datang ke Batavia untuk memperjuangkan bangsa Indonesia. Tidak bertanya kamu Islam, Kristen dan lain-lain," ujarnya dalam tayangan Suara Moderasi Beragama Seri ke-7 'Kerukunan dan Moderasi Beragama dalam Kemajemukan Indonesia' yang disiarkan secara langsung melalui channel YouTube tvMu, Senin (27/9/2021).

Budayawan yang akrab disapa Romo Magnis ini menegaskan bahwa semua masyarakat harus memiliki persatuan dan kesatuan. Menurutnya dengan beragam suku, budaya, ras, serta agama tidak menjadi patokan untuk terpecah-belah.

"Tidak dibedakan antara mayoritas maupun minoritas, semua merasa ikut memiliki Indonesia," tuturnya.

Meski begitu, lanjut Romo Magnis, di usia yang baru saja menginjak 76 tahun, terjadi perubahan yang luar biasa di Indonesia. Salah satunya adalah masalah-masalah konflik internal. 

Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara itu menilai kerukunan dan gotong royong diganti dengan hak seseorang yang lebih kuat. Dalam situasi ini, menjaga kerukunan dan persatuan bangsa menjadi penting sebagai kunci dari akar permasalahan tersebut.

Tak hanya itu, Romo Magnis juga menuturkan bahwa moderasi keagamaan menjadi penting diperhatikan sebagai bangsa yang majemuk. Moderasi keagamaan bukan berarti agama itu dimoderasi, karena menurut Romo Magnis agama sejatinya sudah moderat.

"Jangan mengatakan agama perlu dimoderasi atau berarti agama sendiri tidak moderat. Itu tidak betul. Agama yang sebenarnya adalah agama yang moderat. Bisa hidup berdampingan dengan yang lain, menghormati perbedaan," urainya.

Romo Magnis kemudian bercerita tentang kedekatannya dengan teman-teman Muhammadiyah dan juga NU. Ia bersyukur bisa mempunyai hubungan dengan dua organisasi terbesar di Indonesia bahkan di dunia ini.

"Mereka memegang suatu kegamaan yang terbuka, toleran, positif, dimana teman-teman saya yang Katolik bisa hidup dengan aman, bersatu dan bisa menjalani kehidupan karena semuanya  sama," pungkasnya.[]